Selain pembenahan data, ia juga ingin membuka akses permodalan yang lebih baik bagi anggota maupun mitra binaan IWAPI. Menurutnya, dukungan modal masih menjadi salah satu kebutuhan penting bagi pelaku usaha yang ingin mengembangkan skala bisnisnya.
“Kita mau membuat suatu program di mana kita bisa pertama memperbaiki database kita. Terus yang kedua membuka akses permodalan kepada anggota maupun mitra binaan kita supaya mereka bisa mendapatkan akses ke permodalan yang lebih baik,” jelasnya.
Tatyana juga menyoroti pentingnya digitalisasi dalam mendukung pengembangan UMKM. Pemanfaatan teknologi dinilai dapat membantu organisasi membuat program pemberdayaan yang lebih terukur sekaligus memperluas jangkauan layanan kepada anggota.
Ia menilai, penguatan kapasitas pelaku usaha perlu dilakukan melalui pelatihan digitalisasi dan peningkatan literasi keuangan, terutama bagi UMKM di daerah yang masih menghadapi keterbatasan akses informasi maupun pemanfaatan teknologi.
“Termasuk mungkin akan ada pelatihan sendiri digitalisasi, karena banyak UMKM, apalagi di daerah, mungkin masih belum betul-betul memahami. Jadi literasi keuangan, literasi mengenai digital, dan juga sekaligus membuka aksesnya itu sendiri ke mereka,” imbuhnya.
Tatyana menambahkan, upaya mendorong UMKM naik kelas memang membutuhkan berbagai dukungan. Namun, akses terhadap modal tetap menjadi salah satu aspek yang tidak dapat diabaikan dalam proses pengembangan usaha.
Sementara itu, Ketua Tim Pemenangan Tatyana, Vivi Susanti, menegaskan, timnya berfokus pada persiapan program dan komunikasi dengan daerah-daerah, dengan tetap menghormati mekanisme serta kewenangan tim verifikasi.
Dikatakan Vivi, komunikasi dengan anggota di berbagai wilayah menjadi bagian penting untuk memastikan mereka memahami sosok Tatyana, arah kepemimpinannya, serta program yang ditawarkan.
Vivi juga bilang, tim pemenangan berupaya merespons pertanyaan dan kebutuhan informasi dari daerah, sekaligus mempersiapkan pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas).
Terakhir, Vivi pun menegaskan, status Tatyana sebagai calon tunggal tidak boleh membuat komitmen terhadap program dan kepentingan anggota menjadi terabaikan.
Tim pemenangan, lanjutnya, ingin memastikan program yang disiapkan bukan sekadar janji dalam proses pencalonan, melainkan dapat dijalankan apabila Tatyana terpilih memimpin IWAPI periode 2026–2031.
Baca Juga: Munas Perdana Srikandi Jaga Desa Soroti Peran Perempuan Bangun Ketahanan Sosial dan Ekonomi