Dunia kedokteran jantung di Indonesia kembali mencatatkan pencapaian gemilang dalam hal inovasi teknologi minimal invasif. Melalui pusat layanan unggulannya, Cardiac & Vascular Center, Primaya Hospital Kelapa Gading secara resmi mengumumkan keberhasilan pelaksanaan prosedur MitraClip perdana di jaringan Primaya Hospital Group.
Pencapaian bersejarah ini ditandai lewat agenda berskala internasional bertajuk Live Case: A New Milestone in Cardiac Innovation – The First MitraClip Procedure at Primaya Hospital. Langkah ini mempertegas posisi rumah sakit dalam menghadirkan solusi fungsional bagi pasien gagal jantung akibat kebocoran katup (mitral regurgitation) yang berisiko tinggi jika harus menjalani pembedahan konvensional.
Inovasi Kateter Lipat Paha Pengganti Operasi Buka Dada
Selama ini, pasien dengan kondisi functional mitral regurgitation, yaitu kebocoran katup akibat penurunan fungsi pompa jantung secara keseluruhan, bukan karena kerusakan fisik struktur katup, memiliki pilihan terapi yang sangat terbatas. Karakteristik pasien seperti ini biasanya dinilai terlalu rentan untuk menjalani operasi jantung terbuka (open-heart surgery).
Kehadiran MitraClip menjadi sebuah harapan baru yang revolusioner. Prosedur ini tidak membutuhkan pembedahan besar yang membuka rongga dada pasien. Menggunakan pendekatan berbasis kateter, tim dokter spesialis memasukkan alat khusus berbentuk klip melalui pembuluh darah di lipat paha menuju area katup jantung yang bermasalah.
Klip tersebut kemudian mengunci bagian katup yang longgar agar aliran darah di dalam jantung kembali optimal. Karena luka sayatannya sangat minim, risiko komplikasi medis menjadi jauh lebih rendah, durasi perawatan di rumah sakit lebih singkat (hanya 2 hingga 3 hari), dan masa pemulihan pasien berjalan sangat cepat.
Sinergi Internasional Demi Layanan Berstandar Global
Keberhasilan tindakan perdana pada pasien lansia berumur 72 tahun dengan fungsi pompa jantung yang kritis ini tidak lepas dari kerja sama lintas negara. Pelaksanaan prosedur ini melibatkan kolaborasi erat dan transfer ilmu secara langsung dengan pakar jantung struktural terkemuka dari Ramathibodi Hospital, Mahidol University, Thailand.
Direktur Primaya Hospital Kelapa Gading, dr. Ferry Aryo, MARS, MM, MH, C.Med, CPM, FISQua, menyatakan bahwa modernisasi teknologi ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang rumah sakit untuk menyejajarkan fasilitas medis dalam negeri dengan standar internasional.
"Hadirnya MitraClip menambah kapabilitas Cardiac & Vascular Center Primaya Hospital Kelapa Gading dalam memberikan layanan jantung yang komprehensif, mulai dari diagnosis yang akurat hingga tindakan intervensi yang kompleks. Didukung Cathlab modern, tim multidisiplin, serta dokter-dokter berpengalaman, kami ingin memastikan masyarakat Indonesia dapat memperoleh terapi jantung berteknologi tinggi tanpa harus mencari pengobatan ke luar negeri," ujar dr. Ferry.