Synology mengumumkan pengembangan terbaru untuk membantu organisasi menghadapi tantangan baru dalam pengelolaan data enterprise. Pengumuman ini disampaikan dalam press event global Synology yang digelar dalam rangkaian Computex 2026 di Taipei, Taiwan, di mana Synology memaparkan arah pengembangan platform data untuk mendukung kebutuhan AI dan ketahanan siber enterprise.
Chairman dan CEO Synology, Philip Wong, mengatakan bahwa perusahaan kini membutuhkan infrastruktur data yang tidak hanya mampu menyimpan dan melindungi informasi tetapi juga membantu data digunakan secara lebih aman, terkontrol, dan siap dipulihkan ketika terjadi insiden seiring dengan peningkatan pemanfaatan AI dan semakin kompleksnya ancaman siber.
Melalui roadmap generasi berikutnya dari DiskStation Manager (DSM) dan pembaruan ActiveProtect Manager 2.0, Synology memperkuat pendekatan untuk mendukung organisasi dalam mengelola data sebagai aset strategis.
Pengembangan tersebut mencakup pemanfaatan AI secara privat di lingkungan on-premise, pengelolaan infrastruktur dalam skala besar, serta perlindungan data yang bergerak dari pemulihan reaktif menuju pertahanan yang lebih proaktif.
"Adopsi AI di enterprise kini bukan lagi tantangan utama. Tantangan sebenarnya adalah bagaimana organisasi tetap memiliki kendali penuh atas data mereka. Synology terus mengembangkan platform yang siap mendukung kebutuhan AI, sekaligus menjaga agar data tetap berada dalam lingkungan yang aman, terkelola, dan berada dalam kendali organisasi," katanya dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat (5/6/2026).
Baca Juga: Synology Perkuat Transformasi Digital Indonesia Lewat Inovasi Storage, AI, dan Surveillance
Philip Wong menjelaskan, banyak perusahaan telah memiliki data internal yang sangat bernilai, mulai dari dokumen kerja, catatan operasional, log sistem, hingga metrik infrastruktur. Akan tetapi, data tersebut sering kali tersebar di berbagai sistem dan belum sepenuhnya mudah dimanfaatkan untuk mendukung produktivitas, otomatisasi, maupun pengambilan keputusan.
Di sisi lain, penggunaan layanan AI berbasis cloud dapat menimbulkan pertimbangan baru terkait privasi, biaya, tata kelola, dan kepatuhan.
Ia menegaskan, generasi berikutnya dari DSM dirancang untuk menjawab kebutuhan tersebut dengan membawa sistem operasi penyimpanan Synology menjadi platform data cerdas yang mendukung alur kerja AI secara privat di lingkungan lokal. Dengan pendekatan tersebut, organisasi dapat membangun knowledge base privat dari data yang telah mereka miliki sehingga AI dapat membantu mengolah informasi internal tanpa harus memindahkan data sensitif ke luar lingkungan perusahaan.
"Synology Office Suite AI Assistant turut memberikan cara yang lebih praktis bagi tim untuk meningkatkan produktivitas melalui dukungan AI dalam pekerjaan sehari-hari. Untuk kebutuhan AI yang lebih intensif, Synology juga menghadirkan dukungan melalui server rack GPU dan appliance AI khusus sehingga proses inferensi dapat dilakukan secara lokal," sebutnya.
Executive Vice President of Synology NAS Group, Bie-i Chu, menjelaskan bahwa DSM generasi berikutnya dibangun untuk menjawab kebutuhan AI sekaligus tuntutan operasional enterprise.
"Platform ini memungkinkan organisasi menjalankan alur kerja AI secara privat dengan tata kelola yang jelas, manajemen infrastruktur dalam skala besar, serta kontrol keamanan yang dibutuhkan tim IT untuk memenuhi tuntutan regulasi dan kepatuhan," sebutnya.