Upaya tersebut terbukti mendapat respons positif dari konsumen. Lazada mencatat peningkatan transaksi, terutama pada kategori elektronik.

Erika mengungkapkan bahwa fasilitas cicilan menjadi salah satu faktor yang mendorong pertumbuhan pembelian di kategori tersebut.

“Kami melihat lonjakan pembelian, khususnya untuk barang elektronik. Tren yang paling menonjol adalah penggunaan opsi cicilan tiga hingga enam bulan, yang mayoritas digunakan untuk pembelian smartphone dan tablet,” katanya.

Tak hanya berfokus pada harga, Lazada juga terus mengembangkan berbagai fitur yang memberikan pengalaman belanja yang lebih nyaman dan menyeluruh bagi konsumen.

Salah satunya melalui pemanfaatan teknologi seperti LazzieChat, layanan instalasi untuk kategori tertentu, hingga berbagai fitur pendukung yang membantu konsumen mendapatkan produk yang sesuai kebutuhan mereka.

“Semua fitur yang kami hadirkan tidak hanya berfokus pada harga termurah, tetapi juga bagaimana memberikan end-to-end experience yang nyaman bagi pelanggan. Kami ingin membuka akses yang lebih luas terhadap produk-produk berkualitas dan brand terpercaya,” tutur Erika.

Melihat tren belanja yang terus tumbuh, Erika optimistis kinerja bisnis e-commerce akan terus meningkat hingga akhir tahun.

Menurutnya, setelah periode perlambatan yang umumnya terjadi pada Maret hingga Juni, aktivitas belanja biasanya kembali menguat menjelang kuartal akhir tahun.

“Saya pikir proyeksi bisnis akan terus meningkat. Biasanya di e-commerce ada periode yang lebih tenang pada Maret hingga Juni, lalu kembali meningkat menjelang November dan Desember. Jadi untuk sisa tahun ini, perkembangan di berbagai kategori masih akan terus bertumbuh,” pungkasnya.

Baca Juga: Lazada Indonesia Jadi Mitra eCommerce Tepercaya untuk Peluncuran Apple MacBook Neo