Tingginya partisipasi masyarakat dalam Gala Cerita Rakyat Indonesia 2026 menjadi bukti bahwa tradisi bercerita masih hidup di tengah masyarakat. Sebanyak 2.797 peserta dari berbagai kelompok usia dan latar belakang berhasil menghadirkan 1.737 karya cerita rakyat dari berbagai daerah di Indonesia.

Staf Ahli Menteri Kebudayaan, Neno Warisman, menilai capaian tersebut menunjukkan bahwa warisan budaya berupa tradisi lisan masih terus diwariskan, meski masyarakat kini hidup di era digital yang serba cepat.

"Sebanyak 2.797 peserta telah menghadirkan 1.737 karya yang menjadi bukti bahwa tradisi lisan kita masih hidup dan terus diwariskan di tengah masyarakat Indonesia. Di balik setiap karya, terdapat keluarga, pendidik, komunitas, dan generasi muda yang memilih untuk menjaga warisan budaya melalui cerita," terang Neno, saat acara Puncak Apresiasi Karya Gala Cerita Rakyat Indonesia 2026, di Graha Utama, Kompleks Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Jakarta, Rabu (24/6/2026).

Menurut wanita yang akrab disappears Bunda Neno ini, Gala Cerita Rakyat Indonesia bukan sekadar ajang kompetisi mendongeng. Lebih dari itu, program ini merupakan langkah awal untuk membangun karakter generasi muda melalui kekuatan cerita.

"Acara ini bukan hanya untuk menghidupkan kisah, tetapi membangun karakter anak Indonesia. Kita tidak hanya ingin melahirkan anak-anak yang pintar, tetapi juga generasi yang memiliki akhlak dan karakter yang kuat," katanya.

Neno pun mengungkapkan bahwa ide besar di balik penyelenggaraan acara Gala Cerita Rakyat Indonesia 2026, ini adalah membangun sebuah gerakan nasional yang mampu menghidupkan kembali budaya bercerita di Indonesia.

Bahkan, ia mengaku para juri yang terlibat sejak awal sepakat bahwa kegiatan ini tidak boleh berhenti sebagai sebuah lomba semata.

"Saya selalu mengatakan, ini bukan lomba, ini adalah gerakan. Karena yang sedang kita bangun adalah kebiasaan baru untuk kembali bercerita dan mewariskan nilai-nilai budaya kepada generasi berikutnya," ungkapnya.

Di tengah berbagai tantangan sosial yang dihadapi generasi muda saat ini, Neno meyakini budaya bercerita dapat menjadi salah satu sarana efektif untuk menanamkan nilai moral, empati, dan keteladanan sejak dini.

Baca Juga: Ribuan Peserta Ramaikan Gala Cerita Rakyat 2026, Kemenbud Siapkan Gerakan Indonesia Bercerita

Neno juga mengisahkan sejumlah peserta yang menjadi inspirasi dalam ajang tersebut. Salah satunya adalah seorang remaja berusia 16 tahun yang setiap hari menempuh perjalanan puluhan kilometer untuk bersekolah, namun tetap bersemangat melestarikan budaya daerahnya melalui cerita rakyat.

Ada pula seorang ibu yang membawakan kisah yang diwariskan langsung oleh neneknya, menunjukkan bahwa tradisi lisan masih hidup dalam lingkungan keluarga.

Menurut Neno, cerita rakyat memiliki kekuatan besar karena mampu menjembatani hubungan antargenerasi sekaligus menanamkan nilai-nilai kehidupan secara alami.

Ke depan, lanjut dia, Kementerian Kebudayaan akan mengembangkan program ini menjadi Gerakan Indonesia Bercerita yang menyasar penguatan karakter generasi muda melalui budaya tutur.

Program tersebut juga akan dilengkapi dengan inkubasi dan pembinaan agar lahir lebih banyak pendongeng muda di berbagai daerah.

"Kita akan menyasar penyemaian karakter Generasi Z dan generasi muda melalui gerakan nasional ini. Harapannya, beberapa tahun ke depan akan lahir generasi orang tua muda yang terbiasa membawa cerita dan kisah-kisah bangsa kepada anak-anak mereka," jelasnya.

Bagi Neno, Indonesia sesungguhnya tidak pernah kekurangan cerita. Yang dibutuhkan saat ini adalah semakin banyak keluarga, guru, dan generasi muda yang bersedia menghidupkannya kembali dalam kehidupan sehari-hari.

"Indonesia tidak kekurangan cerita. Kita adalah bangsa dengan ekosistem budaya yang sangat kaya. Yang dibutuhkan hanyalah lebih banyak keluarga yang bercerita, lebih banyak guru yang menggunakan cerita sebagai metode pembelajaran, dan lebih banyak generasi muda yang siap menjadi pewaris budaya bangsa," tegasnya.

Ia pun meyakini bahwa cerita memiliki peran penting dalam membangun masa depan bangsa. Dari cerita lahir karakter, dari karakter lahir peradaban, dan dari peradaban lahir Indonesia yang lebih kuat.

"Dari cerita lahir karakter. Dari karakter lahir peradaban. Dari peradaban lahir masa depan Indonesia," pungkas Neno Warisman.

Baca Juga: Fadli Zon: Dongeng Penting untuk Membangun Karakter Generasi Masa Depan