Kehadiran fasilitas baru di gerai Alfamart diharapkan dapat mempermudah masyarakat mengakses tempat pengumpulan sampah anorganik. General Manager Corporate Communications Alfamart, Rani Wijaya, menyambut baik kolaborasi tersebut karena sejalan dengan komitmen perusahaan dalam menghadirkan solusi pengelolaan sampah yang lebih mudah dijangkau.

“Inisiatif ini sejalan dengan komitmen keberlanjutan Alfamart untuk menghadirkan solusi pengelolaan sampah yang mudah dijangkau masyarakat. Kehadiran SoSoft melalui kolaborasi ini menjadi nilai tambah dalam mendorong kebiasaan memilah sampah rumah tangga. Dengan lokasi gerai yang dekat dengan aktivitas masyarakat, kami berharap fasilitas ini dapat menjadi alternatif yang praktis bagi konsumen untuk mengelola sampahnya,” kata Rani.

Ia menjelaskan, kolaborasi ini sekaligus melengkapi sejumlah inisiatif pengelolaan sampah yang telah dijalankan Alfamart, termasuk penyediaan reverse vending machine untuk penukaran botol plastik serta fasilitas waste station di sejumlah gerai.

“Ke depan, kami berharap inisiatif seperti ini dapat semakin memudahkan konsumen untuk memilah dan mengelola sampah secara bertanggung jawab. Alfamart akan terus mendorong pengembangan fasilitas pengelolaan sampah di lebih banyak gerai agar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat yang lebih luas,” imbuh Rani.

Dampak dari kolaborasi ini juga terlihat dari fasilitas pertama SoSoft X Rekosistem Waste Station di Bandung. Sejak diresmikan pada Februari 2026, lokasi tersebut telah mengumpulkan lebih dari 13 ton sampah anorganik.

Dengan penambahan titik baru di Jakarta, SoSoft bersama Rekosistem menargetkan pengumpulan hingga 30 ton sampah anorganik rumah tangga dalam satu tahun. Sampah yang terkumpul selanjutnya akan diproses untuk didaur ulang menjadi produk yang memiliki nilai guna.

Sementara itu, COO sekaligus Co-Founder Rekosistem, Joshua Valentino, menilai, kolaborasi antara perusahaan dan merek seperti SoSoft dapat memperluas peran dunia usaha dalam membangun ekosistem pengelolaan sampah. Menurutnya, inovasi produk perlu berjalan beriringan dengan penyediaan fasilitas yang memungkinkan masyarakat terlibat langsung dalam proses daur ulang.

“Kolaborasi Rekosistem dengan SoSoft menjadi contoh nyata bagaimana brand dapat berperan lebih luas, tidak hanya melalui inovasi produk, tetapi juga dengan terlibat langsung dalam membangun ekosistem yang memudahkan masyarakat untuk berpartisipasi dalam daur ulang. Kami sangat mengapresiasi inisiatif SoSoft, dan berharap kolaborasi ini dapat mendorong dampak yang berkelanjutan bagi lingkungan serta terwujudnya bumi yang minim sampah melalui pengembangan ekonomi sirkular dari hulu ke hilir,” ungkap Joshua.

Untuk meningkatkan partisipasi masyarakat, SoSoft dan Rekosistem juga menghadirkan insentif berupa tambahan poin atau Rekopoin bagi pengguna aplikasi Rekosistem yang menyetorkan sampahnya. Poin yang terkumpul dapat ditukarkan dengan berbagai keuntungan menarik melalui aplikasi tersebut.

Inisiatif ini menegaskan bahwa pengelolaan sampah bukan hanya tanggung jawab satu pihak, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat, pelaku usaha, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya. Kemudahan akses fasilitas, edukasi pemilahan, hingga pemberian insentif diharapkan dapat mendorong kebiasaan daur ulang menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Baca Juga: Pilah Sampah Jadi Gaya Hidup Baru Lewat Gerakan SoSoft untuk Bumi