Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Sesjen Kemdiktisaintek), Badri Munir Sukoco, menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki posisi strategis untuk mempercepat pencapaian target emisi nol bersih (net zero) Indonesia.

Hal tersebut disampaikannya pada pembukaan acara Indonesia Net Zero Campus: Peluncuran Laporan dan Panduan yang digelar di Graha Kemdiktisaintek pada Selasa (20/10), bekerja sama dengan Purnomo Yusgiantoro Center (PYC) dan Climateworks Centre.

Acara yang dihadiri secara hibrida oleh lebih dari 120 perwakilan lintas kementerian, universitas, dan mitra pembangunan ini menjadi tonggak penting integrasi aksi iklim di lingkungan akademis.

Baca Juga: Mengenal Sosok Denny Indrayana: Akademisi Hukum yang Kembali Jadi Sorotan Lewat Sengketa Pilpres 2024

Peran Strategis Perguruan Tinggi Menurut Kemdiktisaintek

Sesjen Badri menekankan bahwa kontribusi perguruan tinggi tidak berhenti pada upaya reduksi emisi internal di area kampus semata, melainkan mencakup ekosistem pembelajaran yang lebih luas:

  • Pencetak Talenta dan Solusi: Kampus bertindak sebagai inkubator yang melahirkan SDM berkualitas, ilmu pengetahuan, serta inovasi terapan guna mendukung transisi net zero yang berkelanjutan.
  • Kolaborasi Riset dan Industri: Melalui kemitraan strategis dengan sektor industri, akademisi diharapkan mampu mengembangkan solusi praktis yang bermanfaat langsung bagi lingkungan, perekonomian, dan masyarakat.
  • Penyelarasan Kebijakan: Kemdiktisaintek mengimbau seluruh perguruan tinggi untuk merapatkan barisan, menyelaraskan langkah dengan kebijakan pemerintah serta komitmen iklim internasional demi menciptakan Indonesia yang lebih hijau dan tangguh.

Hasil Analisis Pemetaan Kampus Hijau oleh PYC & Climateworks

Laporan analisis yang dipaparkan oleh PYC dan Climateworks Centre memetakan kondisi terkini serta kesiapan perguruan tinggi di Indonesia dalam mengadopsi prinsip keberlanjutan:

  • Tinggi Niat, Terbatas Ekosistem: Sekitar dua pertiga perguruan tinggi di Indonesia sudah menerapkan strategi kampus hijau (green campus).
  • Komitmen Net Zero Masih Rendah: Baru sekitar 15% perguruan tinggi yang secara resmi mendeklarasikan komitmen emisi nol bersih, dan hanya sebagian kecil yang telah menghitung inventarisasi gas rumah kaca (GRK) secara berkala.

Pimpinan PYC, Filda Citra Yusgiantoro, menggarisbawahi bahwa hambatan utama yang dihadapi kampus saat ini bukan terletak pada kemauan, melainkan pada kapasitas kelembagaan, sistem tata kelola, dan keterbatasan dukungan ekosistem.