Pengamat politik Heru Subagia menduga sayembara berhadiah Rp100 untuk mencari ijazah SMA Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka disponsori pihak ketiga. Heru meminta Denny Indrayana selaku pencetus sayembara itu untuk berbicara jujur.

"Berkaitan dengan kejujuran dan konsistensi Denny untuk melakukan sebuah sayembara. Apa yang menjadi isu, tentunya saya ingin kejar juga bahwa apa yang menjadi tujuannya, siapa sebenarnya pihak ketiga atau sponsornya," kata Heru dilansir Jumat (14/8/2026).

Baca Juga: Tak Hanya Peraturan Bikinan Paman Anwar Usman, Denny Indrayana Soroti Peraturan KPU yang Diduga Sengaja Dibikin Buat Loloskan Gibran

Alih-alih menggugah masyarakat, sayembara itu kata Heru justru membuat Denny Indrayana diserang balik sejumlah pihak, menurut Heru hal itu justru membuat eks Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia itu rugi besar. Sayembara Denny kata Heru sama sekali tak diminati masyarakat sebab mereka tahu itu syarat bermuatan politik dan kepentingan pribadi. 

"Dengan munculnya serangan balik saya, saya mengamati percakapan di Medsos, menunjukkan bahwa bukannya masyarakat tergugah hingga ikut serta dalam sayembara yang ditawarkan Denny. Ada beberapa yang justru menjadi serangan balik dan bahkan merugikan Denny," imbuhnya.

Heru menegaskan sayembara yang terkesan sangat dipaksakan itu justru membuat Denny yang selama ini dikenal sebagai profesor dan pakar hukum kehilangan kepercayan, nama besarnya justru ia coreng sendiri, sebab sekelas profesor seharusnya Denny tidak membuat sayembara, namun sesuatu yang lebih ilmiah jika merasa ada kejanggalan pada ijazah SMA milik Gibran. 

"Saya melihat juga aspek personal menyangkut gelar akademik dan profesinya sebagai dosen, tentu ini menjadi serangan fatal. Profesional Denny selaku akademisi bergelar Profesor terjebak dalam permainan vulgar dan kasar," tuturnya.

"Karenanya inilah jebakan dan hal yang memukul bagi profesi dan juga karir seorang Denny," tambahnya.

Heru kemudian membuat sayembara tandingan dengan total hadiah dua kali lipat lebih besar dari yang ditawarkan Denny yakni Rp250 juta. Sayembara itu telah ia umumkan beberapa hari setelah pengumuman sayembara Denny. 

Baca Juga: Kena Counter Attack, Denny Indrayana Menolak Bungkam Tetap Ngegas Dorong Pemecatan Gibran: Diam Itu Dosa!

"Bahkan ada beberapa sentilan berkaitan nilai uang Rp250 juta yang saya tawarkan merujuk bagaimana murahnya gelar profesor ditakar dengan perjudian. Hingga masyarakat menganggap permainan Denny bukan kelasnya," timpalnya.