Growthmates, sering lupa menaruh kunci, kesulitan mengingat nama seseorang, atau bahkan masuk ke sebuah ruangan lalu lupa tujuan awal Anda ke sana merupakan hal yang bisa dialami siapa saja.
Namun, menjaga daya ingat dan fungsi kognitif tidak selalu harus dilakukan dengan cara yang rumit. Salah satunya dapat dimulai dari pilihan makanan sehari-hari.
Memang, tidak ada makanan yang secara ajaib dapat 'meningkatkan' daya ingat dalam semalam. Namun, semakin banyak penelitian menunjukkan bahwa pola makan secara keseluruhan dapat berperan dalam menjaga kesehatan otak dan fungsi kognitif.
National Institute on Aging menyatakan, pola makan yang kaya akan sayuran, buah-buahan, biji-bijian utuh, kacang-kacangan, ikan, serta lemak tak jenuh dikaitkan dengan kesehatan kognitif yang lebih baik.
Meski demikian, para peneliti mengingatkan bahwa bukti yang ada belum cukup kuat untuk menyimpulkan bahwa satu jenis makanan tertentu dapat mencegah penurunan daya ingat atau demensia.
Karena itu, alih-alih mencari satu 'makanan untuk daya ingat', lebih masuk akal jika kita membangun pola makan dengan beragam makanan kaya nutrisi dan mengonsumsinya secara rutin.
Dan, dikutip dari Times of India, Kamis (3/9/2026), berikut sejumlah kombinasi makanan yang dapat menjadi pilihan.
1. Bayam dan Telur
Kombinasi sederhana antara sayuran hijau dan telur dapat menghadirkan berbagai nutrisi penting bagi fungsi otak dalam satu hidangan.
Bayam dan sayuran hijau lainnya mengandung folat, vitamin K, karotenoid, serta berbagai senyawa tanaman. Sementara itu, telur merupakan salah satu sumber kolin, nutrisi yang berperan dalam pembentukan membran sel dan produksi neurotransmiter.
Penelitian yang diterbitkan melalui National Library of Medicine juga mengaitkan konsumsi rutin sayuran hijau dengan laju penurunan kognitif akibat penuaan yang lebih lambat. Meski demikian, temuan tersebut tidak berarti bahwa bayam secara khusus dapat mencegah gangguan daya ingat.
Kombinasi ini mudah diterapkan dalam menu sehari-hari. Anda bisa membuat telur orak-arik dengan bayam, telur dadar yang dicampur sayuran hijau, atau telur rebus yang disajikan bersama salad.
2. Buah Beri dan Kacang-kacangan
Buah beri yang dipadukan dengan kacang kenari atau almond dapat menjadi camilan praktis sekaligus kaya nutrisi.
Buah beri mengandung flavonoid dan berbagai senyawa tanaman yang masih terus diteliti terkait potensinya terhadap kesehatan otak.
Sebuah tinjauan sistematis terhadap penelitian pada manusia menemukan adanya bukti efek menguntungkan antosianin dari buah beri terhadap kinerja kognitif, termasuk daya ingat, meskipun penelitian lebih lanjut masih diperlukan.
Di sisi lain, kacang kenari dan jenis kacang lainnya menyediakan asam lemak tak jenuh serta berbagai nutrisi. Bukti mengenai efek langsung konsumsi kacang-kacangan terhadap fungsi kognitif sendiri masih menunjukkan hasil yang beragam.
Kombinasi buah beri dan kacang-kacangan juga sejalan dengan pola makan MIND, yang memasukkan keduanya sebagai kelompok makanan yang dianjurkan dan dalam sejumlah penelitian observasional dikaitkan dengan hasil kognitif yang lebih baik.
Baca Juga: Sering Overwhelmed? Ini 3 Cara Reset Otak Berdasarkan Neurosains