Di tengah gaya hidup modern yang semakin dinamis serta kemudahan akses terhadap berbagai layanan keuangan digital, kemampuan mengelola keuangan secara bijak menjadi keterampilan yang semakin penting.
Menyadari hal tersebut, PT Asuransi Jiwa Sequis Life (Sequis Life) menggelar Financial Literacy Talk-show bertajuk “Seimbang Gaya Hidup Tanpa Terjebak” sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran karyawan terhadap pentingnya kesehatan finansial.
Melalui kegiatan ini, Sequis Life ingin membantu karyawan memahami cara mengambil keputusan keuangan yang lebih bijaksana, sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai risiko yang dapat muncul dari penggunaan pinjaman online atau pinjaman daring yang tidak terkendali.
Program edukasi ini merupakan bagian dari inisiatif Better Tomorrow with Sequis, platform keberlanjutan Sequis Life yang menghadirkan perlindungan melalui berbagai aksi nyata bagi masyarakat.
Kegiatan tersebut juga menjadi bentuk dukungan perusahaan terhadap Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) 2026 melalui edukasi finansial yang relevan dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Urgensi literasi keuangan semakin terlihat dari data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang menunjukkan bahwa outstanding pembiayaan pinjaman daring pada 2025 telah mencapai sekitar Rp96 triliun dengan pertumbuhan tahunan berkisar 20 hingga 30 persen.

Di balik pertumbuhan tersebut, penggunaan pinjaman digital untuk kebutuhan konsumtif masih menjadi perhatian karena berpotensi memicu tekanan finansial berkepanjangan apabila tidak dikelola secara bijak.
Chief Human Resources & Corporate Services Sequis Life, Agustina Samara, menegaskan bahwa literasi keuangan merupakan langkah preventif yang penting untuk membantu karyawan membangun kondisi finansial yang lebih sehat dan berkelanjutan.
“Kesehatan finansial bukan hanya soal besar kecilnya penghasilan, tetapi juga bagaimana seseorang mampu mengelola prioritas, mengambil keputusan secara bijak, dan membangun ketenangan untuk masa depan,” tutur Agustina Samara, dikutip Kamis (4/6/2026).
Menurutnya, tekanan finansial tidak hanya berdampak pada kondisi ekonomi seseorang, tetapi juga dapat memengaruhi fokus, produktivitas, hingga kualitas pengambilan keputusan di lingkungan kerja. Karena itu, kecerdasan finansial menjadi kompetensi yang penting dimiliki oleh seluruh karyawan.
“Di tengah tekanan gaya hidup, FOMO, serta kemudahan akses pinjaman instan, literasi finansial menjadi semakin penting agar masyarakat, termasuk karyawan, lebih sadar dalam mengelola keuangan dan menghindari keputusan finansial yang impulsif,” tambahnya.
Baca Juga: Sequis Life Perkuat Pemberdayaan Perempuan Melalui Program Sequis SHEPRENEUR
Dalam talk-show tersebut, Sequis Life juga menghadirkan Financial Planner, Maryadi Santana CFP, QWP., yang membagikan wawasan mengenai pentingnya membangun financial wellness melalui pengelolaan pengeluaran yang sehat, disiplin dalam membuat anggaran, menyiapkan dana darurat, serta kemampuan membedakan antara kebutuhan dan keinginan.
Maryadi menjelaskan bahwa meskipun pinjaman online sering dianggap sebagai solusi cepat untuk memenuhi kebutuhan mendesak, pengguna tetap perlu memahami berbagai risiko yang menyertainya.
Risiko tersebut meliputi bunga dan denda yang tinggi, potensi terjebak dalam lingkaran utang (*debt trap*), kebocoran data pribadi, hingga tekanan mental yang dapat memengaruhi kehidupan pribadi maupun profesional.
“Pinjaman online (pinjol) sering terlihat sebagai solusi cepat untuk kebutuhan sesaat. Namun di balik kemudahannya, terdapat risiko yang dapat mengancam kesehatan finansial jika tidak dikelola dengan bijak,” kata Maryadi.
Dalam sesi edukasi tersebut, peserta juga mendapatkan berbagai strategi praktis untuk mengelola utang dan pengeluaran, termasuk melalui metode *snowball* dan audit pengeluaran pribadi. Menurut Maryadi, langkah paling mendasar dalam menjaga kesehatan finansial adalah membangun kebiasaan mengatur anggaran serta mengendalikan perilaku konsumtif.
“Kita harus mampu membedakan antara kebutuhan dan keinginan, serta lebih cermat dalam memilih sumber pendanaan. Pinjol memang menawarkan kemudahan dalam hitungan menit, tetapi dampaknya dapat dirasakan dalam jangka panjang apabila melebihi kemampuan bayar,” jelasnya.
Melalui penyelenggaraan Financial Literacy Talk-show ini, Sequis Life berharap edukasi keuangan dapat menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat, produktif, dan berkelanjutan.
erusahaan meyakini bahwa kesehatan finansial karyawan memiliki hubungan erat dengan kesejahteraan, ketenangan, serta kualitas kinerja mereka sehari-hari.
“Kami percaya bahwa karyawan dengan kondisi finansial yang lebih sehat akan dapat bekerja lebih fokus dan lebih tenang. Karena itu, edukasi finansial menjadi bagian penting dari komitmen Sequis Life sekaligus budaya pembelajaran dan pengembangan karyawan untuk mendukung wellbeing, produktivitas, dan menciptakan better tomorrow bersama,” tutup Agustina Samara.
Baca Juga: Sequis Life Buka Ruang Kolaborasi Perempuan Wirausaha Lewat 'A Seat at Her Table'