Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menjadi salah satu pejabat di Kabinet Merah Putih yang jarang tersorot publik.
Meski ditunjuk mengemban tugas tersebut sejak 2025 silam namun politisi kawakan kelahiran Jambi 20 April 1972 itu tak banyak menyita perhatian publik. Maklum Afriansyah Noor bukan tipe pejabat media darling.
Nama Afriansyah Noor baru mencuat di kancah politik nasional ketika menjadi Anggota Tim Kampanye Tingkat Nasional dari pasangan Susilo Bambang Yudhoyono–Muhammad Jusuf Kalla untuk pemilihan umum Presiden Indonesia 2004. Namun setelahnya mananya perlahan tenggelam lagi.
Pada Pilpres 2014 Afriansyah Noor kembali ke panggung politik Tanah Air setelah bergabung dengan tim relawan Joko Widodo-Jusuf Kalla. Ia ketika itu didapuk menjadi Ketua DPP Relawan dari pasangan Capres dan Cawapres tersebut.
Sejak awal kemunculannya pada 2004 Afriansyah Noor sebetulnya mencoba peruntungan dengan mencalonkan diri sebagai anggota DPR, namun ia justru mengalami kegagalan beruntun.
Pada 2004 ia maju di daerah pemilihan Jambi tetapi gagal. Ia lalu mencoba lagi pada pemilu 2009 dengan maju di Dapil DKI Jakarta II tetapi kembali gagal.
Lalu pada 2014 ia kembali mencalonkan diri di Dapil Jambi dan kembali mendapatkan kekalahan. Pada 2019 dan 2024 ia kembali mencoba di Dapil Sumatera Selatan I dan Jawa Barat V namun tetap menuai kekalahan.
Meski berkali-kali gagal di Pemilu, namun Afriansyah Noor menorehkan catatan gemilang di Partai Bulan Bintang (PBB), Partai politik yang sudah memberinya tiket maju Pemilu selama lima kali.
Di partai tersebut Afriansyah Noor tercatat menjabat Sekretaris Jendral selama dua periode yakni pada 2017-2019 dan 2019-2024. Ini menjadi karier paling sukses Afriansyah Noor di panggung politik Tanah Air. Kekinian ia pindah ke Partai Demokrat sebagai kader biasa.
Karier di Luar Politik
Di luar panggung politik, Afriansyah Noor sudah berkiprah sejak 1996. Ia memulai semuanya dari bawah bahkan jauh sebelum menamatkan studi sarjananya. Afriansyah Noor memulai perjalannya dengan menjadi pengawas proyek PT Nusa Raya Cipta.
Perlahan tapi pasti karier Afriansyah Noor mulai merangkak naik, Pada 1998 ia telah mendapat kepercayaan mengemban tugas sebagai Direktur Operasional PT Harna Ruas Permai. Jabatan itu ia lepas pada tahun 2000.
Afriansyah Noor juga tercatat pernah menjabat Direktur Marketing PT Yosinesta Dwipratama pada 2004. Lalu menjabat Direktur Operasional PT Kamba 9 serta menjabat Direktur Operasional PT Georai Pratama.
Tak hanya itu ia juga pernah menjabat Direktur Pengamanan Aset dan Penertiban Badan Pengelola Komplek Kemayoran serta ditunjuk menjadi Dewan Pembina Yayasan Agung Darma Fiskal Plus Education.
Masuk Pemerintahan
Kendati karier politiknya tak moncer dan tergolong biasa saja, namun Afriansyah Noor sukses masuk ke pemerintahan. 2022 adalah awal Afriansyah Noor menapaki kakinya dalam kabinet pemerintah.
Ketika itu ia ditunjuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker). Pelantikan tersebut dilakukan pada agenda reshuffle Kabinet Indonesia Maju di Istana Negara pada 15 Juni 2022. Secara keseluruhan ia mengemban tugas itu selama lebih dari dua tahun.
Baca Juga: Dua Kolonel Muncul di Pusaran Kasus Korupsi MBG, Demokrat Klarifikasi Hubungan AHY dan Sony Sonjaya
Setelah mengakhiri jabatannya pada 20 Oktober 2024, Afriansyah Noor tak pernah meredup kendati namanya jarang terdengar. Di tahun yang sama ia ditunjuk menjabat Wakil Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal mendampingi Haikal Hassan.
Ia mengakhiri jabatan itu pada 17 September 2025 selanjutnya didapuk menjadi Wakil Menteri Ketenagakerjaan menggantikan Immanuel Ebenezer yang terjerat kasus korupsi