Direktur IT Bank Mandiri, Timothy Utama, mengungkapkan perjalanan Bank Mandiri yang sempat menghadapi keraguan dari publik saat membangun aplikasi digital perbankan berkualitas prima.
“5 tahun yang lalu saya ditertawakan karena Mandiri tidak bisa membuat aplikasi digital. Saat saya masuk, 4 tahun yang lalu, Mandiri mana sanggup,” ujarnya yang dilansir dari Olenka pada Rabu (26/3/2025).
Keraguan tersebut muncul karena Bank Mandiri dikenal masyarakat sebagai bank pelat merah yang terikat oleh pemikiran tradisional. Namun, Timothy menegaskan bahwa perubahan pola pikir sangat diperlukan untuk membangun fondasi yang kuat.
Baca Juga: Mengenal Sosok Alexandra Askandar, Ladies Bankir Sukses Wadirut Bank Mandiri yang Menginspirasi
"Fondasi pembangunan itu sebenarnya sangat mudah, umumnya masyarakat berpikir secara tradisional. Kamu tidak bisa membangun sesuatu dengan pemikiran tradisional, ini namanya first principles thinking. Kekritisan pikiran untuk membangun ini sangat perlu, jadi kami bergeser tetapi ini sulit karena ini budaya,” lanjutnya.
Meskipun menghadapi banyak tantangan, Timothy menyatakan bahwa Bank Mandiri kini berhasil memperkuat fondasi sebagai bank dengan kapabilitas digital yang kompetitif. Setiap harinya, Bank Mandiri berhasil menarik 25.000 nasabah baru.
“Jadi saya waktu bangun digital, kami benar-benar fokus karena memiliki kejelasan dari strategi yang dieksekusi. Hari ini seperti yang saya katakan, satu hari kami mendapatkan 25.000 nasabah baru,” pukasnya.
Timothy juga menyampaikan bahwa dalam membangun sesuatu, Bank Mandiri selalu berupaya menjadi yang terbaik, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga internasional. Dalam pengembangan aplikasi digital, ia menekankan pentingnya berpikir dari prinsip dasar untuk mencapai solusi yang lebih mendasar dan inovatif.
“Kami mulai perubahan dari keterbatasan dan kemungkinan,” tuturnya.
Meskipun Bank Mandiri tidak memiliki bank digital, tetapi Bank Mandiri telah berhasil mengintegrasikan layanan digital banking ke dalam aplikasi mereka yang dapat diakses nasabah di berbagai lini.
“Ketika kami membangun aplikasi, kami harus berpikir demikian. Hari ini, semua orang tahu bahwa Bank Mandiri tidak punya bank digital, tetapi bank digital ada di dalam aplikasi,” tambahnya.