Pemerintah Iran menegaskan Selat Hormuz tetap dibuka untuk pelayaran internasional, pernyataan itu membantah klaim yang menyebut jalur pelayaran itu ditutup Iran setelah negara tersebut terlibat perang melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel beberapa waktu lalu. 

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan, selama ini jalur itu  tak pernah ditutup untuk pelayaran internasional, pemerintah Iran hanya melarang kapal-kapal milik AS dan Israel beserta sekutu-sekutunya yang mendukung perang melawan Iran. 

Baca Juga: Siapa Pelaku Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus?

Pemerintah Iran menegaskan bahwa Selat Hormuz tetap terbuka untuk pelayaran internasional, tetapi tidak untuk kapal-kapal yang berasal dari Amerika Serikat dan Israel. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan bahwa jalur pelayaran strategis ini hanya ditutup bagi kapal-kapal milik negara yang dianggap sebagai musuh Iran.

"Faktanya, Selat Hormuz terbuka. Jalur ini hanya ditutup untuk kapal tanker dan kapal milik musuh kami, yakni mereka yang menyerang kami dan sekutu kami. Negara lain bebas melintas," kata Araghchi yang dikutip dari Hindustan Times Senin (15/3/2026).

Baru-baru ini muncul laporan yang mengatakan ratusan kapal masih tertahan di kawasan Selat Hormuz termasuk termasuk kapal-kapal yang berasal dari India. 

Terkait itu  Araghchi mengatakan, tertahannya kapal-kapal tersebut lantaran pihaknya mulai melakukan pembatasan karena alasan keamanan. Namun yang pasti kata dia, Iran sama sekali menutup jalur tersebut. 

"Banyak kapal memilih tidak melintas karena kekhawatiran keamanan mereka sendiri. Itu tidak ada hubungannya dengan kami. Pada saat yang sama, masih banyak kapal tanker dan kapal lain yang tetap melewati Selat Hormuz," ujarnya.

Baca Juga: Jadi Urat Nadi Arteri Energi Dunia, Seberapa Penting Selat Hormuz Bagi Ekonomi Global?

Ia juga menegaskan bahwa jalur tersebut sebenarnya tidak sepenuhnya ditutup.

"Selat ini tidak ditutup. Hanya kapal Amerika dan Israel yang tidak diperbolehkan melintas," kata Araghchi.