Munculnya benjolan mirip jerawat di bagian dalam rongga hidung kerap menimbulkan rasa nyeri dan ketidaknyamanan. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh pori-pori tersumbat, infeksi bakteri, atau peradangan pada folikel bulu hidung.

Meskipun sebagian besar jerawat hidung dapat membaik dengan perawatan ringan di rumah, memahami penyebab dan gejalanya sangat penting agar kamu dapat menanganinya secara tepat dan menghindari risiko komplikasi.

Melansir dari laman Health, Jumat (14/8/2026), benjolan di dalam hidung dapat muncul dalam beberapa bentuk dan tingkat keparahan:

  • Papula dan Pustula: Papula berupa benjolan merah menonjol, sedangkan pustula adalah jerawat yang berisi nanah berwarna putih atau kekuningan dengan dasar kulit yang memerah.
  • Komedo (Putih & Hitam): Penyumbatan pori-pori ringan berupa komedo terbuka (blackheads) atau komedo tertutup (whiteheads) yang terasa agak kasar saat tersentuh.
  • Gejala Infeksi Lanjutan: Jika disebabkan oleh infeksi bakteri, benjolan dapat disertai pembentukan kerak tebal berwarna kuning, nyeri hebat, kemerahan, hingga pembengkakan pada cuping dan ujung hidung.

Mengapa Jerawat Bisa Tumbuh di Dalam Hidung?

1. Jerawat Biasa (Acne Vulgaris)

Sama seperti area wajah lainnya, rongga dalam hidung memiliki kelenjar minyak (sebum) dan sel kulit mati. Ketika pori-pori di rongga dalam hidung tersumbat oleh penumpukan minyak dan sel kulit mati, jerawat merah atau bernanah dapat terbentuk.

Baca Juga: Punya Kulit Berjerawat Tapi Takut Pori-Pori Tersumbat? Ini 5 Fakta Tamanu Oil yang Wajib Kamu Tahu!

2. Vestibulitis Hidung (Nasal Vestibulitis)

Kondisi ini merupakan infeksi bakteri yang cukup umum pada bagian atas rongga hidung. Infeksi biasanya terjadi ketika bakteri (seperti Staphylococcus aureus) masuk melalui luka kecil akibat kebiasaan mencabut bulu hidung, mengorek hidung, menghembuskan napas terlalu kuat, atau pemasangan tindik (piercing). Orang dengan diabetes atau sistem imun lemah memiliki risiko lebih tinggi mengalami kondisi ini.

3. Folikulitis (Folliculitis)

Folikulitis terjadi ketika folikel (akar) bulu hidung mengalami peradangan atau infeksi akibat bakteri, jamur, atau virus. Kebiasaan mencabut bulu hidung secara paksa (plucking) juga dapat memicu kondisi pseudofolliculitis atau peradangan rambut tumbuh ke dalam.

4. Bisul Hidung (Nasal Furunculosis)

Nasal furunculosis adalah infeksi bakteri lokal pada folikel rambut di dalam hidung yang letaknya lebih dalam dibandingkan folikulitis biasa. 

Kondisi ini sering kali memicu terbentuknya bisul (furuncle) yang menyebabkan pembengkakan disertai rasa nyeri hebat di area hidung. Kebiasaan mengorek hidung atau adanya infeksi saluran pernapasan atas menjadi pemicu utamanya.

Rasa nyeri akibat jerawat di dalam hidung memang sangat mengganggu. Kunci utama pencegahannya adalah menghentikan kebiasaan mencabut bulu hidung secara paksa serta menghindari mengorek bagian dalam hidung dengan tangan yang kotor. Semoga bermanfaat ya, Growthmates!