Kamu baru saja selesai mencuci muka sebelum tidur dan tiba-tiba melihat bakal jerawat merah yang meradang di wajah. Apa yang akan kamu lakukan? Rumor yang beredar di masyarakat mungkin membuatmu percaya bahwa mengoleskan sedikit pasta gigi pada jerawat bisa mengempeskannya dalam semalam.
Meskipun beberapa kandungan di dalam pasta gigi memang bersifat mengeringkan, metode pertolongan pertama ini ternyata sangat berisiko dan tidak direkomendasikan secara medis. Melansir dari laman Healthline, pasta gigi dirancang khusus untuk kekuatan gigi, bukan untuk kulit wajah yang sensitif.
Yuk, simak beberapa alasan ilmiah mengapa kamu harus menjauhkan pasta gigi dari area wajahmu:
1. Mitos Kandungan Triclosan yang Sudah Usang
Alasan awal mengapa tren ini sempat populer adalah karena formula pasta gigi zaman dulu sering mengandung triclosan, zat kimia yang ampuh membunuh bakteri penyebab jerawat. Namun, saat ini sebagian besar produsen sudah menghapus bahan ini. Data dari Food and Drug Administration (FDA) menunjukkan bahwa triclosan berisiko negatif mengganggu hormon tiroid, sehingga tidak lagi aman digunakan.
Baca Juga: Lawan Jerawat Secara Alami, Ini 6 Cara Tepat Manfaatkan Gel Aloe Vera
2. Merusak Kadar pH dan Memicu Iritasi Kulit
Bahan-bahan seperti soda kue, alkohol, hidrogen peroksida, dan menthol di dalam pasta gigi memang memberikan sensasi dingin dan mengeringkan jerawat secara instan. Namun, menurut Dr. Tsippora Shainhouse, seorang dermatolog bersertifikat, pasta gigi memiliki kadar pH basa, sedangkan kulit wajah sehat secara alami bersifat asam.
Mengacaukan pH alami wajah dengan formula sekeras itu dapat memicu ruam, kulit mengelupas, hingga luka bakar kimiawi. Kandungan Sodium Lauryl Sulfate (SLS) di dalamnya juga terlalu kasar untuk kulit yang sedang meradang.
3. Efek Terlalu Kering yang Justru Memperparah Jerawat
Banyak orang berpikir semakin cepat jerawat kering, semakin baik. Faktanya, kulit yang mendadak kering secara ekstrem akibat paparan pasta gigi justru akan mengirimkan sinyal bahaya ke otak.
Efeknya, kelenjar minyak akan memproduksi sebum jauh lebih banyak untuk mengompensasi kekeringan tersebut. Kelebihan minyak baru inilah yang nantinya justru memicu sumbatan pori-baru dan menyebabkan jerawat tumbuh lebih subur.