Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) turut menyoroti nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mulai menunjukan tanda-tanda kebangkitan dalam satu dua hari belakangan ini.

Rupiah yang sempat terpuruk ke Rp18.000 per dolar perlahan menguat di level Rp17.912. Sementara itu IHSG menguat 82,58 poin atau naik 1,44 persen ke level 5.829.

Baca Juga: Menkeu Purbaya Optimis Rupiah Menguat Mulai Juli, Bergerak Stabil di Rp16.800 pada Tahun 2027

Menurut SBY tanda-tanda pulihnya rupiah itu menjadi kabar baik bagi seluruh masyarakat Indonesia, semuanya karena berkat kerja keras Bank Indonesia dan pemerintah yang mengambil kebijakan-kebijakan krusial menghadapi kondisi sekarang ini. 

Apabila kondisi rumit ini terlambat direspon dengan kebijakan yang tak tepat, maka kondisi ekonomi Indonesia bisa jauh lebih kacau.

“Itulah sebabnya kebijakan yang dijalankan oleh Bank Indonesia, tentunya bersinergi dengan pemerintah, menjadi salah satu faktor positif dalam menghentikan rontoknya Rupiah dan IHSG," kata SBY lewat akun resmi X, @SBYudhoyono dilansir kamis (11/6/2026).

"Kalau tidak, pelemahan saham dan mata uang kita bisa "unstoppable". Pasalnya, sudah menjadi satu antara faktor "real economy", utamanya situasi fiskal dan APBN kita termasuk beban utang yang melilit, dengan faktor psikologis dan persepsi pasar yang tidak positif," kata SBY menambahkan.

SBY menyambut baik dan mengapresiasi hal ini kendati penguatan rupiah sekarang ini belum seberapa. Dia berharap ini menjadi awal yang baik bagi BI dan pemerintah untuk terus menjinakan rupiah lewat kebijakan-kebijakan matang yang tepat sasaran.

Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat itu berharap pemerintah terus melakukan langkah-langkah stabilisasi ekonomi, seperti menyehatkan APBN, membatasi dan mengendalikan jumlah utang pemerintah.

Baca Juga: Korupsi MBG, Dudung Abdurachman Disebut-sebut Ikut Mengelola SPPG

"Selamat dan terima kasih untuk negara dan pemerintah. Semoga ini merupakan awal dan pertanda baik ~ "a good beginning," ujarnya.

Dalam kesempatan itu SBY juga meminta pemerintah juga melindungi rakyat yang sangat terdampak dengan situasi ekonomi, termasuk dampak dari kenaikan harga BBM.

"Saya tahu, karena kenyang dalam menangani tekanan ekonomi seperti ini ketika memimpin Indonesia dulu, semua ikhtiar pemerintah ini tentu memerlukan waktu," ujarnya.

Baca Juga: Rupiah Menguat, SBY Soroti Kolaborasi Pemerintah dan BI

"Perlu dukungan publik yang lebih kuat. Ingat, "in crucial thing, unity". "In important thing, dialogue" dan diwadahinya keragaman pandangan yang konstruktif. Pikiran yang rasional, kebijakan yang tepat dan aksi-aksi nyata yang serius menjadi sangat penting," kata SBY menambahkan.