Sepuluh tahun setelah sekuel Ada Apa dengan Cinta? (AADC) dirilis, kisah Cinta dan Rangga kembali hadir dengan perkembangan cerita baru. Kali ini, Royco mengangkat perjalanan keduanya melalui film pendek AADC bertajuk 'Bahasa Cinta yang Beda'.
Film yang dibintangi Dian Sastrowardoyo dan Sissy Prescillia serta disutradarai Teddy Soeria Atmadja ini resmi diperkenalkan dalam gala premiere di XXI Epicentrum, Jakarta pada Jumat (11/9/2026). Mengusung tema tentang bahasa cinta, film ini mengajak penonton melihat bahwa kasih sayang tak selalu perlu disampaikan melalui kata-kata atau gestur besar.
Baca Juga: Profil dan Jejak Karier Yovie Widianto: Musisi Senior, Stafsus Presiden, hingga Komisaris BUMN
Sebaliknya, perhatian yang sederhana dan dilakukan secara tulus serta konsisten justru dapat menjadi cara untuk menjaga koneksi dengan orang-orang terdekat. Salah satunya diwujudkan Royco melalui sepiring “Omelette Cinta” yang dibuat menggunakan Royco Bumbu Kaldu Rasa Ayam Kampung.

Di tengah kehidupan modern yang dipenuhi rutinitas dan berbagai distraksi, waktu untuk benar-benar terhubung dengan keluarga, sahabat, maupun pasangan semakin berharga. Karena itu, bahasa cinta dapat menjadi cara untuk menunjukkan perhatian sekaligus mempertahankan kedekatan dalam sebuah hubungan.
Head of Marketing Foods Unilever Indonesia, Nuning Wahyuningsih, mengatakan bahwa memasak menjadi salah satu bentuk bahasa cinta yang sederhana dan dapat dilakukan siapa saja.
“Sebagai brand yang selama puluhan tahun mendampingi masyarakat menghadirkan momen-momen penuh makna melalui masakan, Royco percaya bahwa kegiatan memasak adalah salah satu bahasa cinta sederhana yang dapat dilakukan siapa saja,” ungkap Nuning, Jakarta, Jumat (11/9/2026).
Menurutnya, bahasa cinta tidak selalu membutuhkan kata-kata indah maupun gestur besar. Perhatian justru kerap terasa lebih bermakna ketika hadir melalui hal-hal kecil yang dilakukan secara konsisten.
Melalui Bahasa Cinta yang Beda, Royco kemudian menjadikan omelette sebagai simbol perhatian yang sederhana, personal, dan dekat dengan keseharian. Sebuah hidangan dapat menjadi istimewa bukan semata karena kompleksitas resepnya, tetapi karena perhatian yang diberikan saat membuatnya.
Sepiring omelette, misalnya, dapat menjadi bentuk presence ketika seseorang menyempatkan diri memasak di tengah kesibukan. Hidangan tersebut juga bisa menunjukkan kepekaan terhadap selera orang tersayang, mulai dari bahan favorit, tingkat kematangan, hingga cara penyajiannya. Proses memasak dan menikmatinya bersama pun dapat menjadi momen quality time yang mempererat hubungan.
Sentuhan sederhana juga menjadi bagian penting dalam membuat omelette terasa lebih istimewa. Royco Bumbu Kaldu Rasa Ayam Kampung dihadirkan untuk memberikan cita rasa gurih yang konsisten, sekaligus melengkapi pesan tentang perhatian yang hadir secara berulang dalam sebuah hubungan.
Pesan tersebut kemudian dipertemukan dengan salah satu kisah cinta paling ikonik dalam sinema Indonesia, AADC. Jika Cinta dan Rangga selama ini identik dengan puisi sebagai medium untuk mengungkapkan perasaan, Bahasa Cinta yang Beda mencoba melihat hubungan keduanya dari perspektif yang lebih matang.
Setelah sekuel AADC dirilis pada 2016, Cinta dan Rangga kini hadir dalam fase kehidupan yang berbeda. Bukan lagi tentang mencari atau menemukan cinta, melainkan bagaimana mempertahankan koneksi setelah bertahun-tahun menjalani kehidupan bersama.
Dian Sastrowardoyo pun mengaku antusias kembali memerankan karakter Cinta. Ia mengatakan, AADC selalu punya tempat spesial di hatinya sehingga ia senang bisa mendapat kesempatan untuk melanjutkan chapter hubungan Cinta dan Rangga.
"Kali ini kita tidak lagi melihat mereka dalam fase mencari atau menemukan cinta, tetapi setelah bertahun-tahun menjalani kehidupan bersama,” jelas Dian.
Dian menilai cerita dalam film pendek tersebut dekat dengan dinamika berbagai hubungan. Rutinitas, kesibukan, hingga jarak yang muncul seiring berjalannya waktu dapat membuat koneksi dalam sebuah hubungan terasa berbeda.
“Menurutku ceritanya sangat relatable untuk semua hubungan, dan aku harap film ini bisa mengingatkan kita supaya tidak terpaku pada bagaimana cinta ‘seharusnya’ ditunjukkan. Justru kita harus terus menemukan bahasa cinta yang selama ini ada, tapi sering kali tidak kita sadari,” ujarnya.
Sementara itu, Teddy Soeria Atmadja mengatakan tantangan utama dalam menggarap film ini adalah mempertahankan karakter dan dinamika Cinta-Rangga yang telah begitu dikenal, sembari membawa keduanya ke fase kehidupan yang lebih dewasa.
“Tantangan terbesarnya adalah bagaimana mempertahankan karakter dan dinamika Cinta-Rangga yang sudah sangat familiar, namun menempatkan mereka dalam fase kehidupan yang lebih matang,” kata Teddy.
Menurut Teddy, film pendek ini tidak dibuat untuk mengulang romantisme AADC sebelumnya. Sebaliknya, cerita dikembangkan untuk mengeksplorasi bagaimana cinta dan cara seseorang mengekspresikannya dapat berubah seiring perjalanan sebuah hubungan.
Situasi sehari-hari pun menjadi bagian penting dalam cerita. Dengan begitu, film ini tetap menawarkan nostalgia bagi penggemar AADC sekaligus menghadirkan sudut pandang baru yang relevan dengan dinamika hubungan masa kini.
Salah satu momen yang diangkat adalah kehadiran “Omelette Cinta” sebagai bentuk perhatian antara Cinta dan Rangga. Melalui hidangan sederhana tersebut, Royco ingin menunjukkan bahwa bahasa cinta bisa hadir dalam berbagai bentuk yang mungkin selama ini luput disadari.
“Kami harap film pendek ‘Bahasa Cinta yang Beda’ dapat menginspirasi semua orang untuk kembali menghangatkan koneksi dengan orang-orang terdekat melalui bahasa cinta yang lebih bermakna. Seperti ‘Omelette Cinta’ dengan Royco Bumbu Kaldu Rasa Ayam Kampung; sebuah masakan sederhana yang bisa menjadi cara untuk menunjukkan perhatian, kasih sayang, dan menciptakan kenangan bersama,” tutur Nuning.
Film pendek Bahasa Cinta yang Beda akan tayang mulai 14 September 2026 melalui kanal YouTube Royco Indonesia, @RoycoIndonesia. Kolaborasi Royco dan AADC juga akan berlanjut hingga akhir tahun melalui sejumlah kejutan bagi para penggemar film tersebut di Indonesia.
Pada akhirnya, pesan yang ingin disampaikan Royco cukup sederhana: cinta tidak selalu harus diucapkan. Terkadang, ia hadir lewat waktu yang diluangkan, perhatian yang diberikan, atau bahkan lewat sepiring omelette yang dibuat untuk orang tersayang.