Senada dengan itu, Andrew Soetiono sebagai Technical Advisor menilai pendekatan ini selaras dengan perkembangan industri global.
“Preferensi konsumen telah berkembang. Eksplorasi tidak lagi tersegmentasi. Dengan menghadirkan whisky, wine, sake, dan spirits lainnya dalam satu ekosistem, Whisky Live Jakarta menjadi platform yang lebih adaptif, edukatif, dan strategically aligned dengan arah industri global,” jelasnya.
Dari sisi hospitality, Charles Somasekar juga melihat format ini sebagai jawaban atas kebutuhan tamu masa kini.
“Pendekatan ini menjawab kebutuhan tamu akan eksplorasi yang lebih luas. Tamu ingin mencoba lebih banyak pilihan, dan format ini tidak hanya membuka kesempatan tersebut tetapi juga menghadirkan pengalaman yang lebih terarah,” katanya.

Rangkaian Road to Whisky Live Jakarta 2026 juga menghadirkan PRE-HEAT gathering di The Bar, Park Hyatt Jakarta. Venue ini menawarkan atmosfer malam ala Manhattan, memadukan keahlian meracik cocktail klasik dengan suasana santai namun tetap sophisticated, lengkap dengan panorama kota Jakarta dari ketinggian.
Mengusung filosofi New Modern Classics, setiap minuman dirancang dengan pendekatan sederhana, seimbang, dan meninggalkan kesan halus namun berkarakter.
Kreasi yang dihadirkan terasa familiar, namun tetap membawa sentuhan baru, diposisikan sejajar dengan cocktail ikonik seperti Manhattan dan Negroni sebagai klasik modern yang lahir dari tempat ini.
Lebih dari sekadar selebrasi, Whisky Live Jakarta 2026 juga menjadi platform strategis untuk pertukaran wawasan, edukasi, serta kolaborasi lintas industri dalam skala internasional.
Event ini diharapkan tidak hanya memperkaya pengalaman para pengunjung, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia dalam peta industri minuman premium global.
Baca Juga: Clase Azul Merayakan Kenangan Lewat Peluncuran 'Recuerdos 2025'