Strategi Digital Jadi Penentu Pertumbuhan Brand
Lebih jauh, Compas mencatat bahwa brand-brand yang mampu membaca tren dan beradaptasi secara digital menikmati pertumbuhan yang jauh lebih agresif. Positioning maskulin yang kuat, strategi bundling produk, serta distribusi yang optimal di marketplace menjadi faktor kunci.
“Kami melihat brand-brand yang mengoptimalkan positioning maskulin dan strategi bundling digital berhasil menciptakan pertumbuhan yang sangat tinggi,” tambah Narendrata.
Beberapa pemain di segmen parfum pria bahkan berhasil mencetak pertumbuhan tiga digit, berkat kombinasi produk yang relevan, kemasan yang menarik, dan strategi pemasaran digital yang agresif.
Sebaliknya, brand yang belum serius menggarap kanal digital cenderung tertinggal, meskipun telah lama hadir di kategori parfum.
“Data Compas menunjukkan bahwa kecepatan membaca tren, khususnya di e-commerce, menjadi faktor pembeda performa brand. Di tahun 2026, strategi komunikasi berbasis segmen pria, pemanfaatan campaign digital, dan kolaborasi KOL akan semakin menentukan keberhasilan,” lanjut Hanindia.
Lonjakan segmen parfum pria ini pun menjadi momentum penting bagi pelaku industri fragrance untuk merancang strategi yang lebih relevan dan berbasis data.
Dengan mengoptimalkan insight konsumen, brand dapat menyusun pengembangan produk, komunikasi, dan distribusi yang lebih tepat sasaran.
Memasuki 2026, e-commerce diproyeksikan tetap menjadi kanal utama pertumbuhan kategori parfum.
Brand yang mampu menggabungkan pemahaman mendalam terhadap konsumen pria dengan eksekusi digital yang konsisten berpeluang besar untuk menjadi pemenang di tengah persaingan yang semakin ketat.