Growthmates, tidak semua buku pengembangan diri akan memberikan dampak yang sama bagi setiap orang.

Bukan karena isi bukunya kurang bagus, tetapi karena setiap fase kehidupan menghadirkan tantangan yang berbeda. Buku yang terasa biasa saja saat dibaca di usia 20-an bisa menjadi sangat bermakna ketika dibaca di usia 40-an.

Di usia 20-an, banyak orang masih mencari jati diri dan menentukan arah hidup. Memasuki usia 30-an, perhatian mulai terbagi antara karier, keluarga, dan keseimbangan hidup.

Sementara itu, di usia 40-an, tak sedikit yang mulai merenungkan makna hidup, pencapaian, serta tujuan yang ingin diraih ke depan.

Itulah sebabnya memilih buku yang sesuai dengan fase kehidupan dapat memberikan pelajaran yang lebih relevan dan berdampak.

Dan, dikutip dari Times Now News, Rabu (1/7/2026), berikut 5 buku pengembangan diri yang layak dibaca berdasarkan usia, lengkap dengan alasan mengapa buku-buku tersebut paling relevan di setiap dekade kehidupan.

Usia 20-an: Saat Mencari Arah Hidup

1. Quarterlife Karya Satya Doyle Byock

Masa awal dewasa sering kali dipenuhi kebingungan, ketidakpastian, hingga rasa cemas karena belum mengetahui tujuan hidup.

Melalui Quarterlife, terapis Satya Doyle Byock menggambarkan fase ini dengan sangat jujur dan mudah dipahami.

Ia membagi kaum muda menjadi dua kelompok: mereka yang mendambakan stabilitas dan mereka yang terus mencari makna hidup. Menurutnya, kehidupan yang sehat membutuhkan keduanya secara seimbang.

Buku ini tidak menawarkan resep sukses instan. Sebaliknya, Quarterlife mengajak pembaca menerima bahwa merasa bingung di usia 20-an adalah sesuatu yang wajar.

Jika Anda sedang berusaha menemukan jati diri, buku ini dapat menjadi teman yang menenangkan.

2. Adult Children of Emotionally Immature Parents Karya Lindsay C. Gibson

Di balik judulnya yang sederhana, buku karya psikolog klinis Lindsay C. Gibson ini memiliki dampak yang sangat besar bagi banyak pembacanya.

Melalui buku ini, Gibson membantu pembaca mengenali pola pengasuhan yang kurang matang secara emosional serta bagaimana pola tersebut dapat memengaruhi hubungan, kepercayaan diri, dan cara menghadapi kehidupan hingga dewasa.

Membaca buku ini sejak usia muda dapat membantu seseorang memutus siklus yang tidak sehat lebih awal, sehingga tidak terus mengulang pola yang sama selama bertahun-tahun.

Tak sedikit pembaca yang mengatakan buku ini seperti menjelaskan seluruh hidup, lembut, reflektif, sekaligus membebaskan.

Baca Juga: 9 Buku tentang Hustle Culture yang Wajib Dibaca, Bikin Cara Pandang soal Kerja Berubah