Pengacara Sony Sonjaya, Krisna Murti angkat bicara merespons pernyataan Elza Syarief yang menyebut kliennya banyak bohong dalam keterangannya di kasus korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Krisna dengan tegas membantah tudingan itu, dia menyebut kliennya sudah berbicara jujur dan sedang berupaya membantu penegak hukum membongkar pihak-pihak yang terlibat dalam kasus tersebut.

Baca Juga: Kuasa Hukum Mundur, Kebohongan Sony Sonjaya di Kasus Korupsi MBG Langsung Dibongkar

"Setahu saya sih ya, Pak Sony sudah buka semua dalam BAP. Saya enggak mengerti deh arahnya ke mana Bu Elza," kata Krisna kepada wartawan, Rabu (17/6/2026).

Adapun Elza Syarief mengundurkan diri sebagai anggota tim kuasa hukum Sony Sonjaya sejak Senin (15/6/2026). Elza mengaku mundur lantaran Sony berbohong soal aliran dana hasil kejahatan jual beli titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Dimana Kejaksaan Agung menduga Sony menerima uang dari tersangka lain yakni Asep Yusuf Somantri (AYS) selaku orang kepercayaan Sony secara rutin, namun bersangkutan membantahnya dengan berbagai dalih.

“Setahu saya si Pak Sony sudah memberikan semua gamblang ya kepada penyidik. Nama-namanya, enggak ada deh yang ditutupin Pak Sony, setahu saya sih gitu ya. Karena kan waktu pendampingan juga ada saya, ada Bu Elza," tegas Krisna.

Krisna mengatakan dirinya baru mendapat informasi soal mundurnya Elza dari tim kuasa hukum pada Senin (15/6). Namun, menurut Krisna, Elza bukan mengundurkan diri, melainkan dicabut kuasanya oleh pihak keluarga.

"Bukan mundur tapi dicabut, saya baru tahu dari keluarganya melalui staf saya, staf memberitahu kalau keluarga mencabut," ujarnya.

Sebelumnya, Pengacara Elza Syarief mengatakan Sony Sonja tidak jujur dalam keterangannya terkait kasus korupsi MBG. Hal itu yang membuatnya memilih mundur karena bertentangan dengan hati nuraninya.

“Karena Pak Sony tidak jujur dan sebelum bersumpah bersih tapi info beberapa orang terutama Asep, dia menerima uang dari Asep secara rutin,” kata Elza.

“Tapi dia tidak jujur dapat uang secara rutin dari Asep yang sudah tersangka saat ini," tambahnya.

Pengunduran diri itu dilakukan di tengah upaya Sony mengajukan diri sebagai Justice Collaborator (JC). 

Dimana Sony berjanji bakal membuka dalang di balik korupsi MBG ini. Bahkan dalam berita acara pemeriksaan (BAP), Sony sudah menyetor 26 nama yang berasal dari kalangan eksekutif, legislatif dan yudikatif yang disebutnya ikut terlibat dalam kasus ini.

“Bagaimana mau JC? Dan saya merasa ada yang dibuka ada yang dilindungi,” ucapnya.

Melihat gelagat kurang baik yang ditunjukan Sony, Elza mengaku pesimis jika pengajuan diri menjadi JC dikabulkan Kejagung. 

Baca Juga: Reset MBG: Sistem Insentif SPPG Dirombak Total

Meski demikian Elza mengatakan kemungkinan Sony menjadi JC masih terbuka lebar mengingat pengacaranya Krisna Murti punya hubungan dekat dengan beberapa orang dalam di Kejagung.

"Mungkin Krisna (pengacara Sony) dengan kedekatannya dengan Jampidsus dan Jamintel bisa-bisa saja Sony dapat JC,” tandas Elza.