Bulan Ramadan sering dimanfaatkan sebagai momen untuk memperbaiki pola hidup, termasuk menjaga atau menurunkan berat badan. Pola makan yang berubah selama puasa justru dapat menjadi kesempatan untuk mengatur asupan nutrisi lebih baik, selama dilakukan dengan pendekatan sehat dan seimbang, bukan diet ekstrem.
Sahur menjadi fondasi penting untuk menjaga metabolisme tubuh tetap stabil sepanjang hari. Selain merupakan amalan yang dianjurkan Rasulullah SAW, sahur dengan menu bergizi juga membantu mempertahankan energi dan mengurangi keinginan makan berlebihan saat berbuka. Dengan strategi yang tepat, penurunan berat badan selama Ramadan dapat dicapai tanpa mengorbankan kesehatan.
Berikut beberapa langkah yang dapat diterapkan:
Baca Juga: Inspirasi Takjil Ramadan: Resep Es Teler Milky Pudding ala Chef Martin Praja
Lengkapi Asupan dengan Vitamin
Setelah mengonsumsi menu sahur yang seimbang, tambahan vitamin seperti B kompleks, vitamin D, atau vitamin C dapat membantu menjaga stamina tubuh. Asupan ini berperan mendukung daya tahan, meningkatkan energi, serta mengurangi risiko kelelahan selama menjalankan aktivitas harian saat berpuasa.
Tetap Aktif Berolahraga
Aktivitas fisik tetap penting dilakukan selama Ramadan. Olahraga ringan menjelang waktu berbuka dapat membantu membakar kalori sekaligus mengisi waktu menunggu azan Magrib secara produktif.
Jalan santai, stretching, atau yoga menjadi pilihan yang aman karena tidak terlalu menguras tenaga, sementara energi yang terpakai dapat segera digantikan saat berbuka.
Baca Juga: Tips Jitu Mengajarkan Anak Berpuasa Sejak Dini
Kendalikan Nafsu Makan Berlebih
Salah satu tantangan terbesar adalah godaan makanan manis dan berlemak saat berbuka. Mengontrol “lapar mata” menjadi langkah penting agar asupan kalori tidak berlebihan.
Sebagai alternatif, takjil bisa diganti dengan buah-buahan segar yang kaya vitamin dan mineral, sehingga tetap menyegarkan sekaligus menyehatkan.
Awali Berbuka dengan Pola yang Tepat
Berbuka puasa dianjurkan dimulai dengan minum air putih untuk mengembalikan hidrasi tubuh. Konsumsi kurma dalam jumlah secukupnya dapat menjadi sumber energi awal, mengingat kandungan gula alaminya cukup tinggi.
Baca Juga: Jelang Puasa, Stok Daging Sapi dan Kambing di Papua Aman
Makanan utama sebaiknya disantap setelah shalat Magrib dengan komposisi gizi seimbang yang mencakup karbohidrat, sayur, serta protein nabati dan hewani. Pola ini membantu tubuh pulih secara bertahap sekaligus menjaga kontrol porsi makan.
Pada akhirnya, keberhasilan menurunkan berat badan selama Ramadan bergantung pada konsistensi pola makan, keseimbangan nutrisi, serta aktivitas fisik yang terjaga. Dengan pendekatan yang tepat, Ramadan tidak hanya menjadi waktu memperdalam ibadah, tetapi juga kesempatan membangun kebiasaan hidup sehat yang berkelanjutan.