Tren podcast yang kian populer tak hanya menjadi ruang hiburan, tetapi juga mencerminkan perubahan gaya hidup pria modern yang semakin terbuka membahas berbagai aspek kehidupan. Mulai dari karier, relasi, hingga pengembangan diri, termasuk urusan perawatan wajah yang dulu kerap dianggap tabu.

Dalam sebuah podcast yang menghadirkan Raditya Dika, Aldi Taher, dan dr. Richard Yehezkiel, topik skincare pria menjadi sorotan yang menarik.

Dalam diskusi tersebut, dr. Richard menyoroti masih banyaknya miskonsepsi dalam perawatan wajah pria, terutama kebiasaan menggunakan terlalu banyak produk dengan berbagai bahan aktif sekaligus. Ia menekankan bahwa perawatan wajah seharusnya disesuaikan dengan kebutuhan kulit masing-masing.

“Perawatan wajah pria sebenarnya cukup sederhana, yaitu sabun cuci muka, pelembap, dan tabir surya,” jelas dr. Richard.

Pendekatan minimalis ini dinilai lebih relevan dengan karakteristik kulit pria Indonesia yang cenderung lebih berminyak dan sering terpapar sinar matahari.

Secara biologis, kulit pria diketahui dapat menghasilkan minyak hingga 60 persen lebih banyak, dengan lapisan kulit yang sekitar 1,5 kali lebih tebal dibanding perempuan. Kondisi ini membuat pria lebih rentan mengalami masalah seperti kulit kusam hingga jerawat.

Untuk membantu pria mengenali jenis kulitnya, dr. Richard juga membagikan cara sederhana.

“Cuci wajah, keringkan, lalu tempelkan kertas minyak. Kalau terlihat minyak berlebih, berarti kulit membutuhkan produk yang membantu mengontrol minyak,” ujarnya.

Sementara itu, Raditya Dika menegaskan pentingnya rutinitas mencuci wajah yang tepat. Menurutnya, frekuensi ideal adalah tiga kali sehari, yakni setelah bangun tidur, setelah beraktivitas, dan sebelum tidur.

Namun, dr. Richard mengingatkan agar tidak berlebihan.

“Hindari mencuci wajah terlalu sering karena dapat menyebabkan iritasi, terutama bagi pemilik kulit sensitif atau kering,” tambahnya.

Selain kebersihan, perlindungan kulit juga menjadi hal krusial. dr. Richard menekankan pentingnya penggunaan tabir surya, mengingat indeks UV di Indonesia bisa mencapai level tinggi hingga angka 8, jauh di atas level aman di angka 2.

Paparan sinar UVA dan UVB pun memiliki dampak berbeda, mulai dari kulit terbakar hingga penuaan dini.

Di tengah meningkatnya kesadaran ini, kebutuhan akan produk perawatan wajah yang praktis dan efektif pun semakin tinggi, terutama di kalangan pria muda seperti Gen Z yang aktif dan dinamis.

Menjawab kebutuhan tersebut, FYNE menghadirkan rangkaian perawatan wajah dengan konsep sederhana namun optimal melalui pendekatan 'Gentle Power'.

Rangkaian ini terdiri dari sabun cuci muka, pelembap, dan tabir surya yang diformulasikan khusus untuk kulit pria Indonesia. Teknologi Hydrasense yang diusung diklaim membantu bahan aktif bekerja hingga tiga kali lebih efektif dalam mengontrol minyak, sekaligus menjaga keseimbangan kelembapan kulit.

Baca Juga: 8 Tips Efektif Mengecilkan Tampilan Pori-pori Besar di Wajah Agar Telihat Mulus