Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) menegaskan komitmennya untuk memperkuat kolaborasi dengan BPJS Kesehatan guna meningkatkan kualitas layanan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), khususnya bagi pensiunan dan kelompok lanjut usia (lansia).

Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan Sinergi dan Kolaborasi (SERASI) Program JKN bersama PWRI yang mengusung tema “Merawat Pengabdian, Menguatkan Perlindungan: Sehat di Masa Purna Bakti, Bahagia Bersama JKN” di Makassar, beberapa waktu lalu.

Ketua Umum PWRI Setyanto P. Santosa mengatakan, Program JKN merupakan salah satu pencapaian penting bangsa Indonesia karena tidak hanya berfungsi sebagai sistem pembiayaan kesehatan, tetapi juga menjadi wujud kehadiran negara dalam memberikan perlindungan kesehatan kepada masyarakat.

Baca Juga: Jadi Angin Segar, KSBSI: Masuknya Dedi Hardianto Perkuat Representasi Buruh di BPJS Ketenagakerjaan

Menurutnya, keberadaan JKN memiliki arti yang semakin penting bagi para pensiunan dan lansia yang umumnya memiliki kebutuhan layanan kesehatan lebih tinggi dibanding kelompok usia produktif.

"Program Jaminan Kesehatan Nasional merupakan salah satu capaian besar bangsa Indonesia. JKN tidak hanya menjadi instrumen pembiayaan kesehatan, tetapi juga simbol nyata kehadiran negara dalam melindungi seluruh rakyat Indonesia," ujar Setyanto dalam keterangan resminya yang diterima Olenka pada Senin (22/06/2026).

Setyanto menjelaskan, PWRI saat ini memiliki sekitar 3,6 juta anggota yang tersebar di seluruh Indonesia. Sebagian besar anggota tersebut merupakan pensiunan aparatur sipil negara yang telah menjadi bagian dari sistem jaminan kesehatan sejak era PT Askes (Persero), jauh sebelum BPJS Kesehatan dan Program JKN resmi diluncurkan pada 2014.

Karena itu, PWRI memiliki kedekatan historis dengan sistem jaminan kesehatan nasional sekaligus kepentingan besar untuk memastikan layanan kesehatan bagi lansia terus meningkat.

Baca Juga: Batas Penghasilan Kepesertaan BPJS PBI Tidak Jelas, Pemerintah Jangan Bikin Masyarakat Takut Berobat

Ia menilai, keberhasilan Program JKN tidak hanya diukur dari jumlah peserta yang terdaftar, tetapi juga dari kualitas pelayanan yang diterima masyarakat, termasuk kemudahan akses, mutu layanan, dan kenyamanan peserta saat memperoleh layanan kesehatan.

PWRI berharap kerja sama dengan BPJS Kesehatan dapat berkembang menjadi kemitraan yang lebih sistematis dan berkelanjutan. Beberapa program yang diusulkan antara lain forum komunikasi dan umpan balik layanan JKN bagi lansia dan pensiunan, edukasi kesehatan berkelanjutan, penguatan literasi digital, hingga program pencegahan penyakit kronis.

Selain itu, PWRI juga mendorong adanya kajian bersama mengenai peningkatan mutu layanan kesehatan yang lebih ramah terhadap kebutuhan kelompok lanjut usia.

Setyanto menegaskan bahwa seluruh pemangku kepentingan, mulai dari BPJS Kesehatan, fasilitas pelayanan kesehatan, pemerintah daerah, hingga organisasi masyarakat, perlu terus memperkuat sinergi untuk memastikan masyarakat mendapatkan layanan kesehatan yang berkualitas.

"Ukuran keberhasilan JKN adalah sejauh mana setiap peserta memperoleh pelayanan yang mudah diakses, bermutu, manusiawi, dan memberikan rasa aman," tegasnya.

Melalui kegiatan SERASI, PWRI menegaskan posisinya tidak hanya sebagai penerima manfaat Program JKN, tetapi juga sebagai mitra strategis yang siap berkontribusi dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan nasional sekaligus menjaga keberlanjutan sistem jaminan kesehatan yang berbasis semangat gotong royong.