Banyak orang ingin memulai bisnis, tetapi sering kali terjebak pada satu pertanyaan, ‘Saya harus jual produk apa?’. Padahal, menurut Digital Marketing Specialist sekaligus CEO Mahir Digital, Fahmi Auditya, hal yang paling penting bukan sekadar memiliki produk, melainkan memahami cara menjualnya.
Menurut Fahmi, kemampuan menjual adalah keterampilan yang bisa membuka banyak peluang.
Seseorang yang sudah memahami cara berjualan tidak hanya bisa menjual produknya sendiri, tetapi juga memiliki kesempatan untuk bekerja sama dengan berbagai pihak, mulai dari menjadi partner bisnis, konsultan, reseller, hingga dropshipper.
“Kalau orang sudah ngerti jualan, yang dicari banyak orang itu bukan cuma produknya, tapi orang yang bisa bantu jualan. Karena kalau kita sudah ngerti jualan, kita bisa jual produk apa pun dan bisa kerja sama dengan siapa pun,” tutur Fahmi, dikutip dari podcast YouTube @roryasyari - @room.4improvement, Jumat (19/6/2026).
Fahmi menilai, banyak orang terlalu fokus menciptakan produk sejak awal, padahal kemampuan menjual justru menjadi fondasi utama dalam membangun bisnis.
“Yang paling penting sebenarnya bukan bikin produknya, tapi belajar cara jualannya. Kalau belum punya produk sama sekali, tidak apa-apa. Belajar jualannya dulu. Karena bikin produk sama jualan itu dua hal yang sangat berbeda,” katanya.
Perjalanan Fahmi sendiri membangun bisnis tidak datang secara instan. Sebelum dikenal sebagai sosok yang membantu banyak orang memahami pemasaran digital, ia pernah melewati fase penuh penolakan saat berjualan langsung.
Ia terbiasa menghadapi penolakan ketika menawarkan produk dari satu tempat ke tempat lain. Mulai dari ditolak saat presentasi, diusir ketika menjelaskan produk, hingga mengalami masa sulit ketika harus beristirahat di tempat seadanya.
“Lebih ke proses setelah jualan itu, saya terbiasa ditolak. Lagi presentasi, lagi ketemu orang, habis itu diusir. Lagi jelasin produk, orang bilang sudah kemalaman, padahal belum malam-malam banget. Sampai pernah tidur di tol, tidur di rest area,” ungkap Fahmi.
Baginya, pengalaman tersebut justru menjadi pelajaran penting. Ia percaya, kemampuan bertahan menghadapi kegagalan adalah salah satu hal yang membedakan orang yang terus maju dan orang yang berhenti di tengah jalan.
Baca Juga: Theo Derick Ungkap Kunci Bisnis Bertumbuh: Founder Jangan Hanya Diam di Kantor
Fahmi meyakini, banyak orang sebenarnya bukan gagal karena tidak mampu, tetapi karena terlalu banyak berpikir dan mudah menyerah.
Kini, melalui Mahir Digital, Fahmi memiliki misi membantu lebih banyak orang memahami cara berjualan online.
Baginya, dunia digital bukan hanya tentang menjual produk melalui internet, tetapi tentang membangun skill, pola pikir, dan keberanian untuk mencoba.
Setiap bulan, ia menerima banyak cerita dari orang-orang yang memiliki produk tetapi kesulitan memasarkannya.
“Setiap bulan banyak yang DM dan WhatsApp. Mereka bilang, ‘Mas, saya punya produk tempe, saya punya produk baju, saya punya produk ini itu.’ Produknya sudah ada, tapi kendalanya satu, saya tidak ngerti cara jualannya,” kata Fahmi.
Dari konten edukasi yang ia bagikan, Fahmi mulai melihat banyak orang terbantu. Ada yang berhasil mendapatkan penghasilan tambahan hingga jutaan rupiah per bulan setelah belajar menerapkan strategi jualan.
Ia pun sering menerima pesan dari orang-orang yang mengaku kehidupannya mulai berubah setelah memahami cara menjual.
“Ada yang bilang, ‘Mas, makasih banyak. Saya jalan tiga bulan, sekarang sudah bisa beli susu buat anak.’ Ada juga yang bilang income naik jadi tujuh jutaan sebulan, sudah bisa nafkahin istri lagi,” tuturnya.
Bagi Fahmi, kisah-kisah tersebut menjadi alasan mengapa ia terus membagikan ilmu jualan.
"Jadi, satu kemampuan sederhana seperti memahami cara menjual bisa menjadi pintu bagi banyak orang untuk menciptakan peluang baru," tandasnya.
Baca Juga: Dokter Tirta: Bisnis Bukan Sekadar Mulai, tapi Harus Paham Pasar