Growthmates, tekanan dan tantangan di dunia kerja merupakan hal yang tidak bisa dihindari. Target yang tinggi, perubahan yang cepat, hingga tuntutan untuk terus berkembang sering kali membuat seseorang merasa stres. Namun, tidak semua stres berdampak buruk.
Psikolog Klinis sekaligus Founder & Impact Oriented Business Leader, Analisa Widyaningrum, menjelaskan bahwa stres sebenarnya merupakan bagian normal dari kehidupan.
Bahkan dalam beberapa kondisi, kata Analisa, stres justru dapat mendorong seseorang untuk berkembang dan meningkatkan kemampuan dirinya.
"Stres itu sesuatu yang tidak terhindarkan. Menurut literatur, stres terjadi karena adanya perubahan hidup yang signifikan. Dan tidak mungkin hidup manusia itu tidak berubah, apalagi dunia kerja yang sangat dinamis," ungkap Analisa, dikutip dari video Podcast ‘Cara Ngadepin Bos Toxic, Ngatasin Burnout, dan Bangun Leadership Sehat’, di channel YouTube room.4improvement - @roryasyari, Selasa (23/6/2026).
Menurut Analisa, penting untuk membedakan antara stres yang masih sehat dengan stres yang sudah mengarah pada burnout atau kelelahan mental dan emosional yang berkepanjangan.
Analisa menjelaskan bahwa ada stres yang bersifat positif atau eustress. Jenis stres ini biasanya muncul ketika seseorang menghadapi tantangan yang mendorongnya untuk berkembang.
"Misalnya ketika kita mendapat tekanan untuk presentasi. Itu juga stres, tetapi setelah berhasil melewati tantangan tersebut, kita justru berkembang. Itu yang disebut stres yang baik," katanya.
Sebaliknya, stres yang gagal dikelola dengan baik dapat menumpuk dan berubah menjadi distress. Jika berlangsung terus-menerus, kondisi ini berpotensi menyebabkan burnout.
"Burnout adalah kelelahan emosional yang bertumpuk dan tidak terkendalikan akibat stres-stres negatif yang terus terjadi," jelas Analisa.
Dijelaskan Analisa, salah satu tanda paling umum ketika seseorang mulai mengalami burnout adalah munculnya berbagai keluhan fisik yang sulit dijelaskan penyebabnya.
Analisa mengatakan, seseorang perlu waspada jika mengalami sakit kepala berkepanjangan, gangguan lambung, sulit tidur, atau masalah kesehatan lain yang tidak kunjung membaik meskipun sudah berobat.
"Kalau teman-teman merasa pusing, minum obat apa pun tidak sembuh-sembuh, asam lambung naik, sudah ke dokter, tetapi tetap tidak membaik, itu bisa menjadi salah satu tanda tubuh sedang mengalami stres yang berat," ujarnya.
Baca Juga: Karyawan Mulai Burnout? Ini 5 Ciri Pemimpin yang Perlu Executive Coaching