Untuk memudahkan orang tua, Ayoe pun lantas memperkenalkan prinsip FOSA, yakni Fasilitasi, Observasi, Support, dan Apresiasi. Keempat prinsip tersebut menjadi panduan sederhana bagi orang tua dalam mendampingi anak menemukan sekaligus mengembangkan potensinya.
Ayoe menuturkan, ketika orang tua mendukung pilihan anak, motivasi yang tumbuh akan berasal dari dalam diri anak sendiri atau motivasi intrinsik. Hal ini membuat anak lebih bersemangat menjalani proses belajar karena dilakukan atas keinginannya sendiri, bukan karena paksaan.
"Ketika kita mendukung apa yang dipilih anak, motivasi dari dalam dirinya akan tumbuh lebih kuat. Jadi dorongannya memang berasal dari keinginan anak sendiri, bukan karena dipaksa," ujarnya.
Selain memberi ruang untuk bereksplorasi, Ayoe menilai, stimulasi tidak harus selalu diberikan melalui kelas khusus atau aktivitas yang mahal. Justru kegiatan sederhana bersama keluarga dapat menjadi sarana belajar yang efektif.
Mengajak anak memasak, berkebun, membaca buku, membereskan rumah, bermain peran, hingga mengobrol bersama merupakan bentuk stimulasi yang dapat membantu anak mengembangkan kemampuan sekaligus mengenali minatnya.
Namun, ia menegaskan bahwa yang paling penting bukanlah banyaknya aktivitas yang dilakukan, melainkan kualitas interaksi antara orang tua dan anak selama proses tersebut berlangsung.
"Yang paling penting bukan kuantitas aktivitasnya, tetapi kualitas interaksi saat bersama anak. Untuk membuat anak berani bereksplorasi dan mencoba hal baru, mereka membutuhkan rasa aman secara emosional."
Menurut Ayoe, rasa aman secara emosional membuat anak tidak takut melakukan kesalahan. Ketika anak merasa diterima, tidak dihakimi, dan memahami bahwa kesalahan merupakan bagian dari proses belajar, mereka akan lebih percaya diri untuk mencoba pengalaman baru.
"Kalau anak merasa aman, merasa tidak di-judge, kalau salah tidak apa-apa karena itu bagian dari proses, maka ketika diberikan pengalaman baru dia akan lebih berani mencoba dan menikmati proses belajarnya," tutur Ayoe.
Selain stimulasi dan hubungan emosional yang hangat, Ayoe juga mengingatkan pentingnya nutrisi dalam mendukung tumbuh kembang anak.
Menurutnya, ketiga aspek tersebut saling melengkapi untuk membantu anak mengembangkan potensi secara optimal.
"Karena itu, orang tua tidak perlu terburu-buru mengejar prestasi atau membandingkan anak dengan teman sebayanya. Yang jauh lebih penting adalah menghadirkan lingkungan yang aman, penuh dukungan, kaya pengalaman, serta memberikan apresiasi atas setiap proses yang dijalani anak. Dengan cara itulah anak memiliki kesempatan untuk terus bereksplorasi, menemukan keunggulannya, dan berani bersinar dengan caranya sendiri,” pungkas Ayoe.
Baca Juga: Kembali Dibuka, Bebelac Little Star 2026 Ajak Anak Berani Tampil dan Percaya Diri