Banyak pasangan bertanya apakah program IVF membutuhkan waktu yang lama. Menurut dr. Laura, proses persiapan hingga pelaksanaan biasanya memakan waktu beberapa bulan, tergantung kondisi masing-masing pasien.

“Tapi biasanya memakan waktu tidak lebih dari empat bulan. Untuk persiapannya kurang lebih satu sampai tiga bulan untuk screening, lalu persiapan sel telur kurang lebih tiga sampai empat bulan,” jelasnya.

Durasi tersebut dapat berbeda pada setiap pasangan, terutama jika ditemukan kondisi medis tertentu yang perlu ditangani lebih dulu sebelum program IVF dilakukan.

Kemudian, salah satu pertanyaan yang paling sering muncul terkait IVF adalah kemungkinan memilih jenis kelamin bayi. dr. Laura menegaskan bahwa di Indonesia, pemilihan gender secara spesifik tidak diperbolehkan.

“Kalau untuk pilih gender, di Indonesia tidak diperbolehkan,” tegasnya.

Meski begitu, dalam prosedur IVF terdapat pemeriksaan genetik yang dikenal sebagai PGT-E atau pemeriksaan kromosom embrio. Dari pemeriksaan tersebut, jenis kelamin embrio sebenarnya dapat diketahui bersamaan dengan evaluasi kondisi genetiknya.

“Sebenarnya kalau IVF sendiri, kita ada namanya PGTE, pemeriksaan genetik kromosom. Jadi nanti di situ bisa melihat juga sebenarnya laki-laki atau perempuan. Tetapi bukan untuk spesifik memilih gender,” ujar dr. Laura.

Ia menambahkan bahwa pemeriksaan tersebut lebih bertujuan memastikan kualitas genetik embrio sebelum ditanamkan ke rahim.

“Di situ juga bisa dilihat apakah kromosomnya sempurna, genetiknya juga baik. Itu bisa dilihat dari situ, termasuk gendernya juga ada,” pungkasnya.

Baca Juga: Program IVF Tak Sekadar Medis, Dokter Ungkap Pentingnya Mental dan Sikap Positif