Perjalanan Karier
Sebelum terjun ke dunia akting, Dea Annisa mengawali kariernya sebagai model cilik. Bahkan, saat usianya baru menginjak dua tahun, ia sudah tampil sebagai bintang iklan popok bayi.
Tak lama kemudian, Dea bergabung dengan grup vokal anak-anak Tiga Bocah Imut. Dari sinilah sapaan "Dea Imut" mulai melekat dan membuat namanya semakin dikenal publik.
Pada 1999, Dea resmi debut sebagai aktris lewat sinetron Pertalian. Di tahun berikutnya, ia kembali membintangi Panji Manusia Millenium sebagai karakter Dea. Popularitasnya semakin melejit setelah dipercaya memerankan Putri dalam Bidadari Season 2 pada 2002, beradu akting dengan Marini Zumarnis dan Marshanda.
Sejak saat itu, Dea Imut konsisten menghiasi layar kaca melalui berbagai judul sinetron, seperti Kehormatan, Kasih, Tangisan Anak Tiri, Senyuman Ananda, Mutiara, Aliya, Aku Bukan Anak Haram, Cinta Asyifa, Anak Jalanan: A New Beginning, hingga Mahligai untuk Cinta dan Tebaran Hati.
Tak hanya sukses di dunia sinetron, Dea juga aktif membintangi sejumlah film layar lebar. Beberapa di antaranya adalah Malam Seribu Bulan, Tak Kemal Maka Tak Sayang, Ghost Diary, Qorin, Perjalanan Pembuktian Cinta, Narik Sukmo: Menari atau Mati, serta dua film terbarunya yang dijadwalkan tayang pada 2026, yakni Rumah Tanpa Cahaya dan Asrama Putri.
Baca Juga: Profil Givina Lukita Dewi, Aktris Muda yang Makin Bersinar di Dunia Akting
Selain aktif di sinetron dan film layar lebar, Dea Imut juga sempat membintangi sejumlah serial web, di antaranya PSBB (Pas Sayang Belum Bertemu) dan Young Marriage the Series pada 2020, serta Abighea pada 2021.
Tak hanya itu, wajah Dea juga kerap menghiasi berbagai judul film televisi (FTV). Ia tercatat membintangi puluhan FTV dari berbagai rumah produksi, seperti Dunia Cermin, Jengkol Love Keju, Nasi Goreng Gila Pembawa Cinta, Lovepedia, Kisah Nyata, Suara Hati Istri, Pintu Berkah, Catatan Harianku, hingga Cermin Kehidupan.
Selama berkarier di dunia hiburan, Dea Imut juga berhasil meraih sejumlah penghargaan dan nominasi. Pada 2003, ia masuk nominasi Artis Cilik of the Year dalam ajang Indonesian Asian Star berkat perannya di Bidadari Season 2.
Setahun kemudian, Dea sukses membawa pulang penghargaan Artis Cilik Paling Nge-top di SCTV Awards 2004 lewat sinetron Tangisan Anak Tiri. Sementara itu, pada 2008, ia kembali mendapat apresiasi dengan masuk nominasi Pemeran Anak Serial Televisi Terpuji di Festival Film Bandung berkat aktingnya dalam Mutiara.
Keren banget, ya!