Nama I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra, atau yang lebih dikenal sebagai Ari Askhara, kembali mencuri perhatian publik.
Mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk ini resmi ditunjuk sebagai Direktur Utama PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI), perusahaan terbuka yang bergerak di sektor jasa maritim dan logistik energi.
Penunjukan tersebut menandai babak baru dalam perjalanan karier Ari Askhara di dunia korporasi nasional.
Untuk mengenal lebih dekat sosok Ari Askhara, berikut Olenka rangkum profil singkatnya dari berbagai sumber, Jumat (16/1/2026).
Latar Belakang Keluarga dan Kehidupan Pribadi
Ari Askhara lahir di Jakarta pada 13 Oktober 1971. Mengutip Detik.com, Ari dikenal cukup tertutup dalam membagikan kehidupan pribadinya.
Ia menikah dengan I Gusti Ayu Rai Dyana Dewi, dan dari pernikahan tersebut dikaruniai dua orang anak, yakni I Gusti Ngurah Askahiran Devananda dan I Gusti Ayu Kalyana Panyadita.
Di luar sorotan publik, Ari menjalani kehidupan keluarga yang relatif jauh dari ekspos media.
Pendidikan
Dikutip dari Liputan6.com, Ari tercatat menempuh pendidikan Sarjana Ekonomi di Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM) dan lulus pada 1994.
Setelah itu, ia melanjutkan studi pascasarjana dan meraih gelar Master of Business Administration (MBA) bidang International Finance di Universitas Indonesia, yang diselesaikannya pada 2001.
Latar belakang akademik di bidang ekonomi dan keuangan ini menjadi fondasi kuat dalam perjalanan panjang kariernya di sektor perbankan, keuangan, dan BUMN.
Jejak Karier
Ari Askhara resmi diangkat sebagai Direktur Utama PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 14 Januari 2026, menggantikan Tirta Hidayat.
Pengangkatan ini disebut sebagai bagian dari langkah strategis perseroan untuk melakukan penyegaran organisasi dan memperkuat tata kelola perusahaan di tengah dinamika industri maritim.
Dan, mengutip laman resmi HUMI, rekam jejak profesional Ari Askhara menunjukkan perjalanan panjang yang tersusun dari pengalaman lintas sektor, dimulai dari dunia perbankan hingga memimpin perusahaan terbuka.
Ia mengawali karier di PT Bank Ekspor Impor Indonesia pada 1994–1999, sebelum melanjutkan kiprahnya di PT Bank Mandiri (Persero) Tbk hingga 2005.
Karier internasionalnya kemudian berkembang melalui berbagai posisi di lembaga keuangan global, antara lain PT Barclays Capital dan Deutsche Bank AG pada 2008, disusul Standard Chartered Singapore pada 2011, serta PT Amstelco Tbk (PetroSaudi PE) pada 2012. Pada 2014, Ari bergabung dengan PT ANZ Bank Indonesia.
Memasuki sektor BUMN dan korporasi nasional, Ari Askhara menjabat posisi strategis di PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk pada 2016. Kariernya mencapai level puncak saat dipercaya sebagai Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk pada 2018.
Setelah itu, ia aktif di dunia konsultasi dan investasi sebagai Senior Partner Business Finance di Barid Consultant serta Partner di PT TRG Investama pada 2023, sekaligus menjabat Chief Executive Officer PT Sarana Bali Dwipa Jaya.
Kini, selain mengemban amanah sebagai Direktur Utama PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI), Ari Askhara juga menjabat sebagai Direktur Utama PT GTS Internasional Tbk (GTSI).
Baca Juga: Mengenal Sosok Bobby Rasyidin: dari LEN Industri dan DEFEND ID, Kini Menahkodai KAI
Strategi Ari Askhara di HUMI
Mengutip Kompas.com, sebagai Direktur Utama HUMI, Ari Askhara memaparkan arah strategis perusahaan ke depan.
HUMI, menurutnya, akan memfokuskan pertumbuhan pendapatan yang sehat melalui sinergi group, pengembangan armada, serta diversifikasi usaha berkelanjutan.
“Ke depan, HUMI tidak hanya berperan sebagai ship owner, tetapi berkembang menjadi integrated maritime & energy logistics nasional,” tutur Ari Askhara, dikutip dari keterangan resminya, Jumat (16/1/2025).
Ari juga menekankan pentingnya efisiensi operasional, pengelolaan keuangan yang adaptif, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta komitmen pada keselamatan, kualitas layanan, dan penerapan ESG.
HUMI, di bawah kepemimpinannya, menargetkan peran sebagai pelopor praktik pelayaran berkelanjutan dengan menekan jejak karbon sejalan dengan agenda transisi energi nasional dan global.
Harta Kekayaan
Mengutip IDN Times, hingga 2026 belum tersedia laporan resmi terbaru terkait harta kekayaan Ari Askhara.
Data terakhir berasal dari LHKPN 2018, saat ia masih menjabat Dirut Garuda Indonesia, dengan total kekayaan tercatat sebesar Rp37,5 miliar, didominasi aset tanah dan bangunan senilai Rp23,2 miliar.
Baca Juga: Mengenal Agung Budi Waskito, Ahli Bendungan Besar yang Kini Jadi Dirut Wijaya Karya