Presiden Prabowo Subianto heran sekaligus kagum dengan kehidupan masyarakat Indonesia terutama masyarakat yang hidup di bawah garis kemiskinan, kendati hidup dalam kondisi yang serba kurang, namun cara mereka menjalani hidup kata Prabowo harus diacungi jempol, mereka masih bisa tersenyum dalam berbagai keterbatasan itu. 

"Rakyat kita masih banyak yang miskin, yang luar biasa rakyat kita yang paling miskin pun masih bisa tersenyum. Mungkin bajunya hanya satu, satu stel, rumahnya hanya gedek. Makanya saya tidak mengerti, masih bisa tersenyum," kata Prabowo dilansir Jumat (14/8/2026). 

Baca Juga: Siapa Bohir di Balik Sayembara Ijazah Gibran yang Dibuat Denny Indrayana?

Prabowo mengatakan, kebiasan masyarakat Indonesia yang masih bisa tersenyum dalam kondisi paling sulit sekalipun menjadi karakter kuat bangsa, di mana orang Indonesia dikenal sebagai masyarakat yang sangat ramah kepada siapapun bahkan kepada orang yang mereka kenal.   

"Tidak pernah saya mengajak kita untuk membenci. Sifat bangsa kita justru sangat ramah, kita terkenal dengan keramahan kita, kebaikan kita. Itu adalah DNA kita, itu adalah memang sifat kita," ujarnya.

Namun kata Prabowo keramahan itu justru dipandang sebagai pribadi yang lemah oleh negara-negara luar. Kondisi itu, menurutnya, dapat membuat Indonesia terlambat menyadari ketika kekayaan dan sumber daya alamnya dimanfaatkan secara tidak semestinya.

"Sifat yang seperti ini dianggap oleh bangsa-bangsa lain sifat yang lemah. We are considered the soft state," ucap Kepala Negara.

Indonesia, lanjut Prabowo merupakan negara besar dengan kekayaan sumber daya alam yang melimpah. Namun, luas wilayah dan besarnya sumber daya yang dimiliki terkadang membuat masyarakat tidak menyadari betapa besar potensi Indonesia.

"Negara kita sangat besar, kadang-kadang saking besarnya, kita tidak sadar berapa besar negara kita. Dan negara kita sangat kaya, saking banyak kekayaan kita kadang-kadang kita nggak sadar betapa kaya kita," ujar Prabowo.

Prabowo kemudian menyinggung berbagai persoalan yang menurutnya telah berlangsung cukup lama, mulai dari pengambilan sumber daya alam hingga aktivitas pertambangan ilegal. Ia menilai Indonesia terkadang terlalu lambat merespons ketika kekayaan negara diambil di depan mata.

Baca Juga: Erosi HAM Terparah Terjadi di Rezim Prabowo, Rakyat Masih Bisa Tertawa, Tetapi Tertawa Kecut!

"Kita kadang-kadang lambat untuk menyadari apa yang terjadi di sekitar kita dan di kita. Begitu lama sumber alam kita diambil, diselundupkan, dilakukan tambang ilegal. Harta kita, kekayaan kita diambil di depan mata kita, kadang kita lambat bereaksi," tambah Prabowo.