Presiden Prabowo Subianto mengaku dirinya diejek dan ditertawakan beberapa pihak ketika mendengar komitmen dirinya ingin menghilangkan korupsi di Indonesia dan membentuk pemerintahan yang bersih dan transparan.
Menurutnya pihak-pihak yang mengejek dirinya mengaku tidak yakin atas komitmen Prabowo, bagi mereka korupsi sangat sukar dihapus di Indonesia. Tidak hanya menertawakan niatan Prabowo membentuk pemerintahan yang bersih, kelompok ini juga meragukan komitmen Prabowo yang memberantas masalah kelaparan di negara ini. Bagi mereka Prabowo sedang bermimpi di siang bolong.
Baca Juga: Minta Anak Buah Irit Pakai Anggaran, Prabowo: Tolonglah Para Menteri Puasa Dulu, Puasanya 5 Tahun
“Saya ditertawakan, saya diejek. Saya sudah biasa diejek, 'Mana mungkin menghilangkan korupsi di Indonesia? Mana mungkin menghilangkan kemiskinan? Mana mungkin menghilangkan kelaparan?" Kata Prabowo saat pembukaan sidang tanwir dan resepsi Milad Muhammadiyah ke-112 di Kupang, NTT dilansir Olenka.id Kamis (5/12/2024).
Parahnya lagi kata Prabowo, ketika dirinya meluncurkan program makan bergizi gratis yang segera dikebut pada Januari 2025 ini, Prabowo mendapat tekanan dari berbagai pihak. Mereka menginginkan agar program itu ditiadakan saja. Ancaman dan tekanan tersebut lanjut Prabowo disebar lewat berbagai cara mulai dari fitnah, adu domba hingga hoaks.
"Pada hari-hari pertama saya luncurkan gagasan makan bergizi, sudah muncul (ancaman), saya mengerti. Saya ini cukup lama jadi orang Indonesia. Saya mengerti ada ancaman terbuka dan ancaman halus. Ada senjata yang terbuka (seperti) senapan meriam. Namun, sebelumnya ada senjata-senjata lain, senjata psikologis, adu domba, fitnah, hoaks," jelasnya.
Prabowo menegaskan ia tidak khawatir dengan berbagai cercaan tersebut. Dia pun mengajak semua pihak untuk belajar dari sejarah pemerintahan yang korup. Hasilnya tidak dapat membawa kemakmuran kepada rakyat.
Baca Juga: Krisis Kepercayaan Jadi Pemicu Rendahnya Partisipasi Pilkada Serentak 2024
Dia pun mengajak semua pihak terus berjuang bersama demi mewujudkan pemerintahan bersih.
“Saya yakin kita mampu (pertumbuhan ekonomi) sampai 8%. Kalau pemerintah ketat, bersih, efisien, saya yakin bisa,” pungkasnya.