Presiden Prabowo Subianto mengatakan Indonesia punya kans besar untuk tumbuh menjadi kekuatan ekonomi terbesar di dunia pada 2045.
Dia mengatakan hal ini hanya bisa dicapai jika Sumber Daya Manusia (SDM) di negara ini pandai dan cerdas dalam mengelola kekayaan negara ini. Apabila ini terjadi maka Indonesia bakal bersanding dengan negara-negara kuat lainnya seperti China dan Amerika Serikat.
"Kalau kita pandai dan kita cerdas 2045 kita ekonomi keempat terbesar di dunia saudara-saudara, yang muncul nanti nomor satu Tiongkok, nomor dua Amerika Serikat, nomor tiga India, nomor empat Republik Indonesia," kata Prabowo saat membuka Munas HIPMI XVIII di Bandar Lampung dilansir Kamis (11/6/2026).
Saat ini pemerintah lanjut Prabowo sedang mempersiapkan berbagai langkah strategis untuk mewujudkan hal itu, salah satunya lewat swasembada energi yang tengah diupayakan dan berbagai program strategis lainnya.
"Kita menuju swasembada energi. Kita sedang bekerja keras, perhitungan kita tiga tahun lagi kita benar-benar sangat kuat di bidang energi," ujarnya.
Kepala negara kemudian menyoroti ketidakpastian ekonomi yang sedang dihadapi Indonesia sekarang ini. Dia mengatakan guncangan ekonomi tidak hanya dirasakan Indonesia, namun seluruh negara di dunia ikut terdampak akibat konflik geopolitik di sejumlah kawasan strategis dunia.
Kendati begitu Prabowo menilai RI memiliki modal yang cukup kuat untuk menghadapi berbagai tantangan tersebut.
Selain sektor energi, ia juga menyoroti capaian produksi pangan nasional yang menurutnya semakin memperkuat ketahanan ekonomi domestik.
Baca Juga: Korupsi MBG, Dudung Abdurachman Disebut-sebut Ikut Mengelola SPPG
"Kita sekarang sudah swasembada pangan. Jangan kau anggap pangan itu tidak penting. Tanpa pangan tidak ada republik manapun di dunia ini," pungkasnya.