Presiden Prabowo Subianto akhirnya mengambil sikap tegas terkait polemik ijazah Gibran Rakabuming Raka setelah sebelumnya kepala negara hanya tampak diam pada skandal dokumen pendidikan yang menyeret wakilnya itu.
Sikap Prabowo itu dibeberkan langsung oleh pakar hukum sekaligus eks Menko Polhukam Mahfud MD yang mengaku mendapat bocoran dari sumber terpercaya. Dia bilang Prabowo kini merestui pemakzulan Giran lewat jalur politik di DPR dan MPR RI.
Baca Juga: Demokrat Diam-diam Ingin Lengserkan Prabowo-Gibran? Hati-hati Pak Presiden!
“Nah ini bacaan politik ya, yang saya dengar dari sumber-sumber memang. Pak Prabowo sudah ber apa namanya? Bersikap untuk menyelesaikan ini secara terbuka politik,” beber Magud dilansir Olenka.id dari saluran Youtube YouTube Mahfud MD Official Selasa (3/11/2026).
Sikap politik kepala negara lanjut Mahfud menjadi sinyal positif kepada pihak-pihak yang selama ini mendorong pemakzulan Gibran namun masih menahan diri lantaran sikap Prabowo yang ketika itu masih abu-abu.
Ini sekaligus menjadi peringatan keras kepada pihak yang mencoba menghalangi pemakzulan Gibran, dimana mereka yang merintangi pelengseran Gibran kata Mahfud bisa saja berurusan dengan hukum pidana.
“Oleh sebab itu orang yang suka melindungi, orang mengancam orang lain agar tidak melakukan ini kan dipindah itu. Pak Kapolrinya terus jalan kan. Orang selama ini menahanlah kira-kira skenario itu, kalau harus jalan ya,” ucapnya.
Adapun skandal ijazah Gibran saat ini sudah sampai pada tahap putusan Mahkamah Agung (MA) dalam putusannya MA membatalkan surat keterangan (suket) penyetaraan ijazah SMA/SLTA milik Gibran yang dipakai dalam pendaftaran sebagai calon wakil presiden pada Pilpres 2024 lalu. Putusan MA sejalan dengan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang sebelumnya menyatakan ijazah Gibran tidak ditemukan.
Berdasarkan dua putusan tersebut, Gibran oleh banyak kalangan disebut sebagai wapres ilegal, jabatan wapres yang ia emban secara otomatis ikut dibatalkan seiring pembatalan suket penyetaraan ijazah tersebut.
Baca Juga: Bulan Madu Sudah Usai, Saatnya Prabowo Tendang Jauh-jauh Jokowi dan Keluarganya!
“Nah, ini menarik keluarnya putusan MA yang terakhir menurut pikiran saya ini juga istana turut berperan, bukan berperan mendorong ya, tapi membiarkan itu terjadi. Buktinya (istana) melepaskan persoalan hukum itu jalan kira-kira gitu,” pungkasnya.