Emiten pengelola restoran Pizza Hut, PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA), mencetak laba bersih sebesar Rp24,75 miliar pada tahun 2025 lalu.
Dalam laporan keuangan yang dikutip di Jakarta, Senin (6/4/2026), perseroan membukukan laba tahun berjalan senilai Rp24,75 miliar pada 2025 berbalik dibandingkan tahun 2024 yang masih rugi sebesar Rp72,83 miliar.
Capaian tersebut didorong oleh peningkatan penjualan neto sebesar Rp3,05 triliun. Realisasi tersebut naik 9,06% secara tahunan (year-on-year/yoy) dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp2,79 triliun.
Pendapatan tersebut didominasi oleh penjualan makanan sebesar Rp2,88 triliun, sementara minuman menyumbang Rp171,93 miliar.
Selanjutnya beban pokok penjualan mengalami kenaikan 6,11% yoy menjadi Rp918,52 miliar dari sebelumnya Rp865,61 miliar. PZZA pun membukukan laba kotor sebesar Rp2,13 triliun pada 2025 atau naik 10,38% yoy dari Rp1,93 triliun pada 2024.
Dari sisi aset PZZA mencatatkan total aset senilai Rp1,92 triliun pada tahun 2025 atau turun 9,70% yoy dari sebelumnya Rp2,13 triliun. Liabilitas turun 19,91% yoy menjadi Rp894,63 miliar sedangkan ekuitas naik 1,48% yoy menjadi Rp1,03 triliun pada 2025.
Baca Juga: Rayakan Momen Ramadan, Pizza Hut Indonesia Ajak Masyarakat Bukber 100 Meter Pizza
Tahun ini Pizza Hut menargetkan pertumbuhan bisnis lebih agresif lagi dibandingkan dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berada di kisaran 5,3 hingga 5,4%.