Peta industri kebugaran di Jakarta mulai berubah. Jika sebelumnya gym identik dengan pembentukan tubuh dan target estetika (body goals), kini semakin banyak masyarakat urban yang mencari latihan dengan tujuan yang lebih spesifik, yakni meningkatkan performa fisik, daya tahan, dan kebugaran secara menyeluruh.
Salah satu tren yang mulai mencuri perhatian adalah HYROX, format kompetisi kebugaran yang menggabungkan lari dengan latihan kekuatan dan ketahanan fisik dalam intensitas tinggi. Popularitasnya yang meningkat secara global mulai ikut mendorong perubahan pola latihan di Jakarta.
Berbeda dari gym konvensional, latihan berbasis HYROX menitikberatkan pada kemampuan fisik secara menyeluruh, mulai dari kekuatan otot, stamina, kecepatan, hingga ketahanan tubuh. Targetnya bukan sekadar perubahan bentuk tubuh, tetapi kemampuan menyelesaikan tantangan fisik tertentu.
Baca Juga: 6 Rekomendasi Gym di Jakarta, Cocok untuk Pemula hingga Profesional
Dalam format kompetisi HYROX, peserta biasanya menghadapi kombinasi lari dengan berbagai tantangan seperti sled push, rowing, farmer carry, hingga wall ball. Karena itu, latihan yang dilakukan cenderung lebih terstruktur dan berorientasi pada performa.
Perubahan pola olahraga ini sejalan dengan berkembangnya gaya hidup sehat di kalangan masyarakat urban. Olahraga kini tidak lagi hanya dipandang sebagai cara membentuk tubuh, tetapi juga bagian dari peningkatan kualitas hidup dan pencapaian personal.
Fenomena tersebut terlihat dari meningkatnya minat terhadap komunitas lari, kelas strength training, olahraga endurance, hingga program latihan berbasis target tertentu.
Baca Juga: Gak Perlu ke Gym, Ini 10 Latihan Kaki yang Bisa Kamu Coba di Rumah
Di sisi lain, muncul pula kelompok masyarakat yang mulai mencari tempat latihan dengan pendekatan lebih spesifik dibanding gym biasa, termasuk ruang latihan yang fokus pada persiapan kompetisi atau peningkatan performa fisik.
Melihat perubahan tren tersebut, konsep performance gym mulai bermunculan di Jakarta. Salah satunya hadir di kawasan PPKGBK Senayan melalui BUNKR, fasilitas latihan yang dijadwalkan mulai dibuka untuk publik pada 1 Juni 2026.

Tempat tersebut dirancang khusus untuk latihan kompetisi fungsional seperti HYROX, sekaligus mengisi celah antara gym konvensional dan studio kebugaran boutique.
Direktur Utama BUNKR, Natasha Pardede mengatakan meningkatnya minat terhadap olahraga berbasis target menjadi salah satu alasan lahirnya konsep tersebut.
“Orang-orang ingin berolahraga dengan tujuan yang jelas, bukan sekadar rutinitas. Karena itu kami mencoba menghadirkan pelatihan yang lebih terstruktur sekaligus berbasis komunitas,” ujar Natasha dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (25/5/2026).
BUNKR menghadirkan program HYROX-focused training dan strength & conditioning, yang didukung kelas running clinic, kalistenik, hingga tai chi. Programnya diklaim terbuka untuk berbagai level peserta, mulai dari pemula hingga mereka yang mempersiapkan diri mengikuti kompetisi HYROX.
Dengan tren yang terus berkembang, kehadiran fasilitas seperti ini menunjukkan bahwa industri gym di Jakarta mulai bergerak ke arah yang baru, bukan lagi hanya soal body goals, tetapi juga performance goals.