Pertumbuhan audiens juga terjadi di tingkat tim nasional. Selain Tanjung Verde, Meksiko menjadi salah satu negara dengan kenaikan persentase followers tertinggi, mencapai 78 persen.
Lonjakan tersebut didorong oleh performa sejumlah pemain muda seperti Gilberto Mora dan Julián Quiñones. Brasil, Norwegia, Argentina, Portugal, Prancis, hingga Maroko juga mencatat peningkatan jutaan pengikut selama kompetisi berlangsung.
Turnamen ini turut menjadi panggung bagi generasi baru pesepak bola. Endrick menambah lebih dari 5 juta followers, disusul Jude Bellingham yang memperoleh tambahan 4,2 juta pengikut.
Michael Olise, Lamine Yamal, serta Vinicius Jr. juga masuk dalam daftar pemain muda yang popularitasnya meningkat pesat di Instagram.
Sementara itu, percakapan seputar sepak bola juga membludak di Threads. Unggahan bertagar turnamen menghasilkan 1,5 miliar impresi, dengan komunitas sepak bola di platform tersebut menjangkau sekitar 15 juta pengguna setiap hari dan mencapai puncaknya hingga 25 juta orang pada 6 Juli.
Facebook pun tak kalah ramai. Sejak turnamen dimulai, lebih dari 80 juta unggahan yang membahas Piala Dunia telah dipublikasikan, menunjukkan tingginya antusiasme pengguna dalam berbagi opini, momen pertandingan, hingga perayaan kemenangan.
Secara keseluruhan, Meta menilai musim panas sepak bola 2026 menjadi salah satu momen terbesar dalam sejarah perusahaan. Lonjakan interaksi di seluruh platform menunjukkan bagaimana olahraga mampu mempertemukan komunitas global, baik selama pertandingan berlangsung maupun setelah peluit akhir dibunyikan.
"Musim panas ini, kami ingin menjadikan Meta sebagai tempat utama para penggemar menikmati setiap momen sepak bola. Berkat berbagai fitur dan konten yang kami hadirkan, pemenang sesungguhnya adalah para penggemar. Di aplikasi Meta, mereka bisa menemukan semua cerita di balik pertandingan, mulai dari cuplikan terbaik, momen di balik layar, selebrasi di ruang ganti, analisis para pelatih, hingga fenomena Vozinha," papar Rob Pilgrim, Global Football Lead, Meta, dikutip dari keterangan resminya, Kamis (23/7/2026).
Ia menambahkan bahwa pengalaman menonton pertandingan kini tidak lagi berhenti di lapangan, melainkan berlanjut melalui interaksi digital yang terus berlangsung di platform Meta.
"Selama 90 menit pertandingan berlangsung di layar televisi, para penggemar datang ke aplikasi kami untuk melanjutkan keseruan di luar pertandingan, mulai dari bergabung bersama komunitas, percakapan, hingga klip dan meme yang mereka bagikan serta diskusikan bersama. Semua ini tidak akan terwujud tanpa dukungan para mitra kami, mulai dari pemegang hak siar, tim, pemain, kreator, hingga para penggemar yang ikut meramaikan turnamen dan membagikan pengalaman mereka dari negara-negara tuan rumah. Kepercayaan mereka terhadap platform kami tercermin dari hasil yang kami capai," tutup Rob Pilgrim.
Baca Juga: Meta Luncurkan Pelatihan AI untuk UMKM Indonesia, Targetkan 150 Pelaku Usaha Tembus Pasar Global