Kesadaran tersebut, lanjut Tahir, mendorong dirinya untuk berkeliling ke berbagai daerah di Indonesia guna melihat langsung kondisi masyarakat yang membutuhkan bantuan.
Ia menyebut, telah mengunjungi sejumlah wilayah, mulai dari Aceh, Sinabung, Padang, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Barat, Papua, Palu, hingga Flores.
Menurutnya, perjalanan tersebut bukan sekadar kegiatan sosial untuk memberikan bantuan, melainkan juga menjadi pengingat bagi dirinya agar tidak melupakan tanggung jawab sosial sebagai seseorang yang diberikan kemudahan dan kenikmatan hidup.
Menariknya, Tahir justru menyampaikan bahwa masyarakat yang menerima bantuan telah memberikan pelajaran berharga bagi dirinya. Kehadiran mereka membuatnya semakin memahami arti kehidupan dan pentingnya berbagi.
"Bapak-bapak, ibu-ibu perlu tahu bahwa kehadiran saya justru berkat Bapak-bapak dan Ibu-ibu yang menyelamatkan saya. Supaya saya menjadi orang yang tahu diri, supaya saya bisa memahami diri," tuturnya.
Terakhir, ia pun menegaskan, kenikmatan dan kemewahan hidup bukanlah sesuatu yang hanya berhak dinikmati oleh segelintir orang. Masyarakat luas juga berhak mendapatkan kehidupan yang layak, aman, dan sejahtera.
"Bahwa bukan hanya saya yang berhak menikmati kenikmatan, kemewahan, tetapi banyak orang Indonesia, saudara-saudara kita yang berhak memiliki kehidupan atau kegiatan yang nyaman," tandas Tahir.
Baca Juga: Dato Sri Tahir Sebut Ekonomi Indonesia Masih Bergerak Positif, Ini Indikatornya