Bagi Ciputra, keberanian dalam berbisnis tidak sama dengan nekat. Keberanian harus selalu disertai dengan perhitungan risiko yang matang.

“Dan sudah krisis, kita juga harus menghitung untuk berani mengalami risiko,” ujarnya.

Lebih jauh, Ciputra mengajarkan bahwa risiko bukan hanya tentang potensi kerugian, tetapi juga tentang kemampuan membaca peluang. Bahkan dalam kondisi tersulit sekalipun, selalu ada kesempatan bagi mereka yang jeli dan berani.

“Risiko tersebut termasuk sampai risiko memperhitungkan kesempatan,” kata Ciputra.

Namun, ia Kembali menegaskan bahwa kesempatan tersebut harus diambil dengan cara yang benar.

“Kesempatan dalam keadaan kesepitan tersebut, ambil kesempatan yang fair, yang sesuai dengan etika, sesuai dengan undang-undang,” tegasnya.

Dengan cara itulah, kata dia, seorang pengusaha tidak hanya bisa bangkit, tetapi juga tumbuh lebih besar.

“Ambil kesempatan untuk kita bangkit dan berkembang dengan besar,” tutup Ciputra.

Baca Juga: Kisah Ciputra Bertubi-tubi Menghadapi Kegagalan