PERURI terus memperkuat perannya dalam mendorong UMKM binaan agar semakin berdaya saing melalui keikutsertaan dalam Road to INACRAFT 2026, sebuah rangkaian kegiatan menjelang puncak penyelenggaraan INACRAFT 2026. Kegiatan yang berlangsung pada 15–19 Juli 2026 di Jogja Expo Center ini menjadi langkah strategis PERURI untuk memperluas eksposur produk, membuka akses pasar, serta mempertemukan UMKM binaan dengan konsumen dan calon mitra usaha.

Road to INACRAFT 2026 menjadi ruang promosi sekaligus pengembangan kapasitas bagi pelaku UMKM dan industri kreatif. Melalui rangkaian kegiatan ini, UMKM Binaan PERURI memperoleh kesempatan untuk memperkenalkan produknya, memahami perkembangan kebutuhan pasar, memperluas jejaring usaha, serta meningkatkan kesiapan menuju pasar yang lebih luas.

Dalam kegiatan ini, PERURI mengusung tema “Hayuning Bawono” dengan konsep sustainable product dan slow fashion. Konsep tersebut menekankan pentingnya keseimbangan antara pelestarian budaya, kepedulian terhadap lingkungan, serta proses produksi yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Baca Juga: 95 Persen UMKM Gagal dalam Lima Tahun Pertama karena Kesalahan Ini

PERURI melibatkan 7 (tujuh) UMKM binaan asal Daerah Istimewa Yogyakarta yang tergabung dalam Jogja Berkarya. Ketujuh UMKM tersebut menghadirkan produk unggulan dari sektor fesyen, kerajinan, dan kuliner.

Baca Juga: PERURI Sulap Limbah Produksi Jadi Produk Bernilai di Sunda Karsa Fest KKJ 2026

Astarupa menampilkan kaos batik dan kaos lukis, sedangkan Ethnic Gendhis menghadirkan batik tulis dengan desain etnik yang unik. Klamby Kulo membawa produk fesyen dan aksesori, sementara Kain Etnik Mama Poenya menampilkan busana berbahan wastra Indonesia dengan teknik jahit yang khas. CFTM menghadirkan dompet dan strap berbahan kulit asli, Delolie memperkenalkan kukis gaplek khas Gunungkidul, serta Black Garlic Adimas menampilkan produk olahan bawang hitam.

Head of Corporate Secretary PERURI, Adi Sunardi, mengatakan bahwa partisipasi dalam Road to INACRAFT 2026 merupakan bagian dari upaya PERURI dalam memperkuat kapasitas dan keberlanjutan usaha UMKM binaan.

“Keikutsertaan dalam Road to INACRAFT 2026 memberikan kesempatan bagi UMKM binaan PERURI untuk memperkenalkan kualitas dan keunikan produknya kepada pasar yang lebih luas. Kami berharap kegiatan ini dapat membuka peluang kolaborasi, memperluas jaringan usaha, serta mendorong UMKM binaan untuk terus meningkatkan kualitas, inovasi, dan daya saing produknya,” ujar Adi.

Keikutsertaan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan PERURI dalam mendukung pengembangan UMKM secara berkelanjutan. Dukungan PERURI tidak berhenti pada pemberian bantuan, tetapi diarahkan pada peningkatan kapasitas, promosi, perluasan jaringan pemasaran, dan pembukaan peluang kerja sama agar UMKM binaan mampu tumbuh secara mandiri serta adaptif terhadap perkembangan pasar.

Melalui Road to INACRAFT 2026, PERURI berharap UMKM binaan dapat memperoleh wawasan pasar, membangun hubungan bisnis baru, serta meningkatkan nilai jual dan inovasi produknya. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari kontribusi PERURI dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif yang inklusif dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.