Prudent dalam Mengelola Risiko

Di tengah besarnya peluang bisnis, Askrindo tetap menempatkan prinsip kehati-hatian, penguatan underwriting, dan manajemen risiko sebagai bagian penting dalam setiap keputusan bisnis.

Leonardo menjelaskan, setiap risiko yang akan diterima melalui proses analisis dan underwriting dengan mempertimbangkan profil risiko serta kemampuan perusahaan dalam mengelola risiko tersebut.

“Kami tidak hanya melihat besarnya nilai proyek, tetapi juga memastikan bahwa setiap risiko yang diterima sesuai dengan kapasitas dan risk appetite perusahaan. Prinsip underwriting yang prudent dan pengelolaan risiko menjadi fondasi dalam menjaga keberlanjutan bisnis Askrindo,” tegasnya.

Penguatan proses underwriting menjadi salah satu fokus Askrindo sepanjang 2025, bersamaan dengan berbagai upaya perbaikan kualitas portofolio dan penguatan proses bisnis perusahaan.

Dari Proyek Strategis hingga UMKM

Bagi Askrindo, kontribusi terhadap perekonomian nasional tidak hanya diwujudkan melalui dukungan terhadap proyek-proyek strategis berskala besar. Askrindo juga memiliki peran strategis dalam mendukung UMKM melalui Asuransi Program Pemerintah, khususnya KUR.

Peran tersebut sejalan dengan misi Askrindo dalam pemberdayaan UMKM guna menunjang pertumbuhan perekonomian Indonesia. Melalui program KUR, Askrindo hadir dalam ekosistem pembiayaan UMKM dengan memberikan perlindungan asuransi kredit yang mendukung akses pelaku usaha terhadap pembiayaan perbankan. Dengan demikian, manfaat keberadaan Askrindo tidak hanya dirasakan pada proyek-proyek berskala besar, tetapi juga oleh pelaku usaha di sektor UMKM.

“Bagi kami, UMKM merupakan bagian penting dari perekonomian nasional. Karena itu, keberadaan Askrindo tidak hanya terlihat dalam dukungan terhadap proyek-proyek strategis, tetapi juga hadir lebih dekat dengan masyarakat melalui Asuransi Program Pemerintah, khususnya KUR, yang mendukung akses pembiayaan bagi pelaku UMKM,” kata Leonardo.

Dengan cakupan tersebut, Askrindo menjalankan peran strategis dari pembangunan nasional hingga sektor ekonomi masyarakat, dengan menghadirkan solusi asuransi dan penjaminan sekaligus mendukung penguatan UMKM melalui program pemerintah KUR.

Ditopang Fundamental Keuangan yang Kuat

Peran strategis tersebut juga ditopang oleh fundamental keuangan perusahaan yang kuat. Berdasarkan Laporan Keuangan 2025 audited, per Desember 2025 Askrindo mencatatkan aset sebesar Rp22,23 triliun, ekuitas Rp8,68 triliun, dan laba setelah pajak (EAT) sebesar Rp1,04 triliun. 

Fundamental tersebut menjadi modal penting bagi Askrindo untuk terus memperkuat kapasitas bisnis sekaligus menjalankan perannya dalam mendukung perekonomian nasional. Leonardo mengatakan, Askrindo akan terus memperkuat kapasitas perusahaan dengan tetap menjaga kualitas pengelolaan risiko dan tata kelola.

“Kami ingin Askrindo terus menjadi perusahaan yang memberikan nilai bagi masyarakat dan perekonomian Indonesia. Baik melalui dukungan terhadap pembangunan, dunia usaha, maupun UMKM melalui Asuransi Program Pemerintah KUR. Seluruhnya kami jalankan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian, tata kelola, dan keberlanjutan perusahaan,” tutup Leonardo.

Dengan pengalaman, kapasitas bisnis yang terus diperkuat, fundamental keuangan yang solid, serta komitmen terhadap tata kelola dan manajemen risiko, Askrindo berkomitmen untuk terus memperkuat perannya sebagai perusahaan strategis yang hadir bagi pembangunan nasional, dunia usaha, dan UMKM di seluruh Indonesia.