Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H menjadi momentum bagi Syarikat Islam untuk kembali menguatkan semangat persaudaraan, kepedulian sosial, dan kemandirian umat. Dalam peringatan yang berlangsung di bulan kemerdekaan Republik Indonesia tersebut, Syarikat Islam menekankan pentingnya meneladani Rasulullah SAW tidak hanya dalam kehidupan spiritual, tetapi juga melalui pemberdayaan ekonomi.
Peringatan Maulid Nabi tahun ini mengangkat tema “Meneladani Rasulullah SAW, Memperkuat Persaudaraan, Mengisi Kemerdekaan dengan Kepedulian kepada Umat.” Tema tersebut sekaligus dikaitkan dengan semangat perjuangan Syarikat Islam sejak awal berdirinya.
Baca Juga: Warga Rempang Eco City Gelar Maulid Nabi dengan Semangat Kebersamaan
Baca Juga: Islamic Relief Indonesia Turun Tangan Distribusikan Bantuan untuk Masyarakat Terdampak Gempa di NTT
Presiden Laznah Tanfidziah Syarikat Islam Hamdan Zoelva mengatakan, perjuangan organisasi tersebut sejak awal memiliki keterkaitan erat dengan upaya membangun kemerdekaan Indonesia.
“Bagi Syarikat Islam, ada tiga dasar yang selalu berkelindan, yaitu Islam, nasionalisme dan keindonesiaan. Itu merupakan satu kesatuan,” ujar Hamdan dalam keterangan tertulisnya, Jumat (28/8/2026).
Hamdan menjelaskan, perjuangan Syarikat Islam pada masa awal tidak terlepas dari persoalan ekonomi. Ketertinggalan ekonomi masyarakat turut berdampak pada berbagai bidang kehidupan, termasuk pendidikan dan kesehatan.
Karena itu, ia menilai semangat dasar Syarikat Islam perlu kembali diwujudkan melalui gerakan ekonomi umat. Menurut Hamdan, kemajuan umat Islam dan kemajuan Indonesia merupakan dua hal yang saling berkaitan.
“Majunya umat Islam adalah majunya Indonesia, majunya Indonesia adalah majunya umat Islam. Meningkatnya harkat dan martabat ekonomi umat, sudah pasti meningkat juga harkat dan martabat ekonomi bangsa Indonesia,” jelasnya.
Menurut Hamdan, keteladanan Rasulullah SAW juga perlu dimaknai sebagai spirit membangun peradaban yang tidak hanya kuat secara spiritual, tetapi mampu menghadirkan kehidupan sosial dan ekonomi yang lebih baik.
“Cita-cita Syarikat Islam mengenai kemerdekaan sejati, yang antara lain diwujudkan melalui kemandirian politik, kemandirian ekonomi, serta kemampuan menjaga kepribadian luhur bangsa,” ungkapnya.