Perubahan metabolisme seiring bertambahnya usia juga tidak hanya berdampak pada kolesterol. Menurut dr. Nadhira, kadar gula darah dan asam urat pun dapat mengalami peningkatan secara perlahan.
Perubahan tersebut dapat dipengaruhi oleh metabolisme tubuh, pola makan, aktivitas fisik, hingga pola tidur yang ikut berubah seiring kesibukan.
“Gula darah juga bisa naik pelan-pelan seiring metabolisme berubah sama pola makan, aktivitas, apalagi tidur yang ikut geser pas kita makin sibuk. Asam urat juga sama, bisa makin naik aja,” tuturnya.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena perubahan kadar kolesterol, gula darah, dan asam urat sering kali berlangsung tanpa menimbulkan gejala yang jelas.
dr. Nadhira bilang, seseorang dapat tetap merasa sehat dan beraktivitas seperti biasa, meski terdapat perubahan pada sejumlah parameter metabolik dalam tubuh.
“Jadi, tiga angka ini, gula darah, asam urat, dan kolesterol itu sering banget berubah bareng-bareng tanpa gejala yang kelihatan,” ujar dr. Nadhira.
Karena itu, merasa sehat bukan berarti kadar kolesterol, gula darah, dan asam urat sudah pasti berada dalam kondisi normal. Pemeriksaan berkala dapat menjadi langkah untuk mengetahui kondisi tubuh secara lebih objektif, terutama seiring bertambahnya usia.
dr. Nadhira pun mengingatkan masyarakat untuk tidak menunggu munculnya keluhan sebelum melakukan pemeriksaan kesehatan.
“Jadi, kalau kalian ngerasa sehat-sehat aja sekarang, ini bukan jaminan tiga angka ini lagi aman. Kapan terakhir kali kalian at least cek kolesterol, gula, dan asam urat? Kalau udah lama, coba deh jadwalin cek dan diskusiin hasilnya sama dokter kalian,” pungkasnya.
Baca Juga: 8 Tanda Kolesterol Tinggi yang Sering Tidak Disadari