Associate Principal Energy Shift Institute, Ahmad Zuhdi Dwi Kusuma, mengatakan bahwa ada perbedaan signifikan antara Indonesia dan Arab Saudi dalam mengelola komoditas.

Ia menjelaskan, baik Indonesia maupun Arab Saudi sama-sama merupakan negara yang kaya akan sumber daya alam (SDA). Dengan kelimpahan komoditas SDA yang dimiliki, suatu keniscayaan bagi negara produsen untuk melakukan ekspor komoditas tersebut.

Baca Juga: Peran Penting Mineral Kritis dalam peta Ekonomi Nasional hingga Global

"Arab Saudi merupakan produsen minyak yang tidak akan pernah bisa menghabiskan minyaknya sendiri karena sudah saking banyaknya resource yang dimiliki. Di Indonesia saat ini, case-nya hampir sama," ungkapnya kepada Olenka, dikutip pada Kamis (18/6/2026).

Salah satu perbedaan paling signifikan tersebut dapat dilihat dari prioritas pengelolaan SDA antara Indonesia dan Arab Saudi yang sangat berkebalikan. 

Baca Juga: Mengimplementasikan Aspek Keberlanjutan dalam Pengembangan Mineral Kritis

Dalam hal ini, Arab Saudi mementingkan kebutuhan domestik terlebih dahulu sebelum mengalihkan komoditas tersebut ke pasar ekspor. 

"Kalau di Indonesia, kebalik. Indonesia memulai dengan mementingkan kebutuhan untuk ekspor dulu, sedangkan industri kita belum terbentuk secara matang," tutupnya.