Kawasan Sudirman Central Business District (SCBD) menghadirkan rangkaian perayaan bertema “Ride to Luck” (Join the Journey, Catch the Luck) untuk Lunar New Year 2026. Melalui kolaborasi Kawasan Niaga SCBD, SCBD Park, dan SCBD Weekland, perayaan ini tidak hanya menampilkan kemeriahan tradisi Tionghoa, tetapi juga mengangkat akulturasi budaya lokal, khususnya budaya Betawi. Atraksi barongsai dan tarian naga berpadu dengan pertunjukan seni Betawi, menciptakan ruang kebersamaan yang merefleksikan keberagaman Jakarta.

“Kita merayakan dengan cara yang berbeda-beda, tetapi tetap satu dan itulah kelebihan Indonesia. Bukan keseragaman yang menjadi kekuatan kita, melainkan keberagaman. Melalui momen ini, mari kita jadikan kebersamaan sebagai wadah untuk menampilkan kekayaan budaya sekaligus menghadirkan nilai tambah bagi kemajuan Indonesia,” ujar Veronica Tan selaku Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Indonesia yang hadir dalam prosesi, dikutip Selasa (17/2/2026).

 Baca Juga: Jelang Imlek, Ini 5 Refleksi Finansial untuk Generasi Sandwich

Isyana Bagoes Oka selaku Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Indonesia mengungkapkan rasa bahagianya melihat antusiasme masyarakat dalam parade budaya yang menampilkan keberagaman Nusantara: tidak hanya budaya Tionghoa, tetapi juga berbagai budaya lain dari Jakarta dan daerah-daerah di Indonesia. Ia menilai kehadiran keluarga-keluarga yang memanfaatkan libur panjang untuk berkumpul dan menikmati suasana hangat menjadi hal yang paling membahagiakan.

"Momentum seperti ini penting untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada anak-anak sejak dini. Di tengah keragaman, kita harus tetap bersatu dan bersama-sama memajukan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045,” tuturnya.

Perayaan ini juga sejalan dengan program Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bertajuk Jakarta Melting Pot: Harmoni dalam Keberagaman yang mendorong penguatan toleransi serta pariwisata kota. “Melalui tema Ride to Luck, kami ingin mengajak masyarakat memulai perjalanan baru di tahun ini dengan penuh optimisme. Kami bangga dapat menampilkan harmoni budaya Tionghoa dan Betawi yang hidup berdampingan di kawasan modern seperti SCBD,” ujar Ananta Pribadi selaku Panita Acara.

Tahun ini, Lunar New Year dan Cap Go Meh terasa semakin istimewa karena beririsan dengan awal bulan suci Ramadan 2026. Momentum langka tersebut menjadi simbol harmonisasi antarbudaya dan keberagaman agama yang dirajut melalui pertunjukan seni, dekorasi tematik, serta interaksi lintas komunitas di kawasan bisnis terbesar Jakarta.

Pertunjukan barongsai, seni tari, dan musik tradisional Tiongkok dikolaborasikan dengan unsur budaya Betawi berlangsung sejak awal Februari dan mencapai puncaknya pada 16–17 Februari serta 1 Maret 2026 dengan penampilan spesial para performer. Selain menyaksikan pertunjukan, pengunjung juga dapat menikmati kuliner khas Lunar New Year dan hidangan nusantara lewat 80 UMKM binaan SCBD yang dihadirkan.

"Kesuksesan perayaan ini didukung penuh oleh unit usaha di bawah naungan Artha Graha Network dan Artha Graha Group. Sebagai pengelola kawasan SCBD, PT Danayasa Arthatama memastikan integrasi fasilitas dan kenyamanan pengunjung selama acara berlangsung. Pilar filantropi Artha Graha Peduli (AGP) juga turut berperan melalui pemberdayaan dan pendampingan UMKM guna memperkuat peran pelaku usaha kecil dalam aktivitas ekonomi di pusat bisnis Jakarta," pungkas Ananta.