Demam masih menjadi salah satu keluhan kesehatan yang paling sering dialami masyarakat Indonesia, khususnya di wilayah beriklim tropis. Namun, gejala yang menyertainya seperti nyeri otot, nyeri sendi, hingga ruam kulit sering kali muncul pada berbagai jenis infeksi virus yang berbeda. 

Kemiripan gejala tersebut membuat penyebab demam sulit dipastikan hanya melalui pemeriksaan klinis, sehingga tak jarang pasien harus menjalani beberapa tes tambahan untuk memperoleh diagnosis yang tepat.

Untuk menjawab tantangan tersebut, PT Prodia Widyahusada Tbk (Prodia) menghadirkan inovasi terbaru berupa Panel Arbovirus (Multiplex PCR). Pemeriksaan laboratorium ini dirancang untuk membantu mengidentifikasi infeksi virus yang ditularkan melalui gigitan nyamuk secara lebih cepat dan akurat, terutama pada tahap awal penyakit.

Di Indonesia, infeksi arbovirus seperti dengue masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang cukup besar. Meski demikian, gejala awal dari berbagai infeksi virus sering kali tidak spesifik dan dapat menyerupai satu sama lain. Kondisi ini membuat diagnosis yang hanya mengandalkan gejala klinis berisiko kurang akurat dan dapat menunda penanganan yang tepat.

Panel Arbovirus dari Prodia memanfaatkan teknologi Real-Time PCR (RT-PCR), yaitu metode molekuler yang mampu mendeteksi materi genetik virus secara langsung. Berbeda dengan pemeriksaan berbasis antibodi yang membutuhkan waktu hingga antibodi terbentuk, metode ini memungkinkan virus terdeteksi lebih awal pada fase awal infeksi. 

Baca Juga: Diprediksi Meningkat, Zymuno Ajak Masyarakat Terapkan Pencegahan Sakit Kanker

Dengan pendekatan multiplex, beberapa jenis virus dapat diperiksa sekaligus dalam satu kali tes sehingga proses diagnosis menjadi lebih efisien dan komprehensif.

Melalui satu kali pengambilan sampel darah, pemeriksaan ini dapat membantu dokter menentukan kemungkinan penyebab demam secara lebih pasti. Selain mengurangi kebutuhan pemeriksaan berulang, pendekatan ini juga dapat mempercepat pengambilan keputusan medis terkait penanganan pasien.

“Dalam praktik klinis, demam sering muncul dengan gejala yang tidak spesifik sehingga diperlukan metode pemeriksaan yang mampu mengidentifikasi penyebabnya secara lebih akurat sejak awal. Teknologi molekuler seperti multiplex PCR dapat menjadi solusi untuk membantu memastikan diagnosis dan mendukung penanganan yang lebih tepat,” ujar perwakilan medis Prodia.