Pelemahan nilai tukar rupiah akan memberikan tekanan terhadap industri di sektor pangan nasional.
Ketua Bidang Pertanian sekaligus Ketua Satuan Tugas Pangan Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), M Hadi Nainggolan, mengatakan sebagian rantai produksi di sektor pangan nasional masih bergantung pada komponen impor, baik untuk bahan baku maupun sarana penunjang produksi. Ketergantungan impor sektor pangan tersebut mencakup sejumlah kebutuhan strategis.
Hadi Nainggolan mencontohkan, sejumlah subsektor pangan yang terdampak langsung oleh pelemahan rupiah antara lain industri pupuk hingga industri alat mesin pertanian dan teknologi hasil pangan.
"(Pelemahan rupiah) tentu sangat berdampak bagi industri-industri yang menjadi bagian dari ekosistem produksi pangan," katanya kepada Olenka dalam wawancara melalui telepon di Jakarta, Selasa (19/5/2026).
Baca Juga: HIPMI Dorong Hilirisasi Sawit di Sektor Pangan
Hadi Nainggolan mengingatkan, tekanan kurs akan memengaruhi harga jual produk pangan di pasar. Oleh karena itu, ia mengimbau ke para pengusaha muda yang bergerak di sektor pangan untuk lebih ketat dalam pengeluaran biaya produksi.
Langkah efisiensi perlu dilakukan sejak tahap awal produksi hingga distribusi agar kenaikan biaya tidak sepenuhnya dibebankan kepada konsumen.
"Saatnya ikat pinggang diperketat dan melakukan efisiensi di berbagai lini produksi," ujarnya.
Ia menilai pelemahan nilai tukar rupiah seharusnya bisa menjadi momentum bagi Indonesia untuk mempercepat kemandirian dalam sektor pangan nasional.
Kemandirian pangan dapat mendorong pelaku usaha dan pemerintah untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor serta memperkuat industri domestik.
Ia menekankan, kemandirian tersebut perlu diwujudkan terutama pada sektor-sektor strategis seperti pengembangan teknologi pertanian, teknologi pengolahan hasil pangan, hingga alat dan mesin pertanian.
"Khususnya dalam bagian teknologi pertanian, teknologi pengolahan hasil pangan, alat mesin pertanian, dan termasuk di industri pupuk serta benih unggul," pungkasnya.