Namun, menurut Sandiaga, bertahan hidup dan mengembangkan bisnis ke level berikutnya adalah dua hal yang sangat berbeda. Ketika sebuah usaha mulai memikirkan pertumbuhan dan keberlanjutan, pendekatannya pun harus berubah total.

“Kalau kita berbicara mengenai scale up, ini betul-betul adalah a different ballgame altogether,” tegasnya.

Ia pun menjelaskan bahwa pada tahap survival, seorang pelaku usaha bisa saja ‘mengapung’ dengan berbagai cara seadanya.

“Kalau kita untuk survival, startup itu kita bisa gaya ngapung, model kiri-kanan, tangan kesamping kiri-kanan. Yang penting asal ngapung, kita bisa lakukan itu,” ujar Sandiaga.

Namun, cara tersebut tidak cukup ketika bisnis sudah memiliki tujuan yang lebih besar. Saat memasuki fase scale up, kata dia, disiplin, perencanaan, dan keterampilan menjadi kunci utama.

“Begitu kita memiliki suatu tujuan dan mulai menata daripada business plan kita, kita harus belajar betul-betul skill untuk scale up,” katanya.

Sandiaga pun kembali menggunakan analogi air untuk menggambarkan perubahan mindset ini.

"Bagaimana kita belajar berenang bebas, bagaimana teknik pernafasan, bagaimana kita bisa membaca arus, bagaimana kita bisa mempelajari rhythm, sehingga kita bisa mencapai tujuannya itu dengan baik," pungkasnya.

Baca Juga: Sandiaga Uno: UMKM Penyelamat Pertumbuhan Ekonomi