Lebih dari 200 Pelaku Kreatif Lokal
Pasar Wiwitan SCBD pada September ini menghadirkan lebih dari 200 pelaku pasar kreatif lokal yang telah melalui proses kurasi. Produk dan karya yang ditawarkan mencakup berbagai kategori, mulai dari fresh produce and farmers, artisan dan craft makers, fashion, home & living, wellness, vintage dan collectibles, kuliner, hingga aktivitas untuk anak dan keluarga.
Kehadiran ratusan pelaku kreatif tersebut sekaligus memperluas akses pasar bagi usaha lokal. Bagi The Local Market, keberadaan sebuah pasar tidak semata-mata berbicara mengenai transaksi jual beli, tetapi juga tentang mempertemukan masyarakat dengan cerita di balik setiap produk.
Setiap karya membawa proses, keterampilan, kreativitas, serta perjalanan para pembuatnya. Karena itu, ruang seperti Pasar Wiwitan diharapkan dapat membuat masyarakat semakin mengenal dan menghargai produk lokal Indonesia.
Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, turut mengapresiasi keberagaman produk yang hadir dalam Pasar Wiwitan. Menurutnya, kehadiran produk dari berbagai daerah membuka kesempatan bagi masyarakat Jakarta untuk menemukan produk yang belum tentu tersedia di pasar ritel konvensional.

“Yang menarik, kita juga bisa menemukan produk-produk dari luar Jakarta, ada dari Bali dan provinsi-provinsi lain, termasuk produk yang mungkin belum pernah kita lihat di supermarket. Dengan semakin banyak pilihan, tentunya UMKM juga mendapatkan semakin banyak kesempatan untuk mendapatkan cuan,” papar Sherly.
Menurut Sherly, daya tarik Pasar Wiwitan juga terletak pada konsepnya yang tidak hanya berfokus pada produk. Berbagai hiburan, pertunjukan, serta aktivitas edukatif membuat pasar tersebut berkembang menjadi ruang interaksi bagi berbagai kelompok masyarakat.
“Pengunjungnya pun semakin ramai karena tidak hanya ada produk, tetapi juga berbagai atraksi. Ada hiburan edukasi untuk anak-anak, dance, performing, sehingga tempat ini bisa menjadi sebuah ekosistem bagi seluruh ekonomi kreatif,” tambahnya.
Lebih jauh, Sherly menilai, keberadaan ruang seperti Pasar Wiwitan perlu diarahkan untuk membantu UMKM tidak hanya mendapatkan akses pasar, tetapi juga berkembang secara profesional dan berkelanjutan.
“Yang lebih penting adalah adanya kesempatan bagi UMKM untuk naik level. Jadi kita tidak hanya bicara tentang mereka yang baru mulai, tetapi bagaimana mereka bisa mengembangkan bisnisnya menjadi lebih baik, lebih profesional, dan tentunya lebih sustainable. Bisnisnya bisa menghasilkan keuntungan dan pada akhirnya memberikan manfaat bagi keluarga mereka,” jelas Sherly.
Musik, Seni, hingga Perpaduan Modern dan Tradisional
Pengalaman di Pasar Wiwitan SCBD tidak berhenti pada produk dan aktivitas kreatif. Sepanjang penyelenggaraan, pengunjung juga disuguhi berbagai pertunjukan musik dan seni.
Mulai dari Orchestra Classic Music, jazz band, solo saxophone, keroncong, hingga acoustic performance hadir untuk menemani aktivitas pengunjung. Sajian seni juga diperkuat dengan drama musikal dari Ruang Talenta Inklusif Indonesia yang membawa semangat inklusivitas ke dalam ruang seni pertunjukan.
Salah satu pertunjukan yang turut menjadi daya tarik adalah kolaborasi DJ dengan musik tradisional. Perpaduan musik modern dan elemen musikal Nusantara tersebut memberikan pendekatan yang lebih segar dalam memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

Rangkaian pertunjukan itu sekaligus memperkuat karakter Pasar Wiwitan sebagai ruang yang mempertemukan produk lokal, seni, budaya, komunitas, kreativitas, dan hiburan dalam satu pengalaman akhir pekan.
Di sisi lain, keberlanjutan menjadi isu yang turut mendapat perhatian dalam penyelenggaraan Pasar Wiwitan. Sherly menilai, pertumbuhan ekonomi dan kreativitas perlu berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap lingkungan.
“Sustainability juga penting. Bagaimana kita bisa terus hidup bersama dengan alam atau nature, apalagi sekarang kita melihat begitu banyak tantangan lingkungan yang kita hadapi. Jadi ekonomi, kreativitas, masyarakat, dan alam ini harus bisa berjalan bersama,” terang Sherly.
Baca Juga: HUT RI ke-81, Harmoni Kemerdekaan Gandeng Puluhan UMKM Binaan Artha Graha Peduli