Pagelaran Sabang Merauke “Hanya Indonesia yang Punya” kembali digelar pada 21–23 Agustus 2026 di Indonesia Arena dengan mengusung tema “Hikayat Srikandi Nusantara”. Pertunjukan seni kolosal ini akan mengangkat kisah perempuan-perempuan tangguh dari berbagai cerita rakyat Indonesia melalui perpaduan tari, musik, dan teater modern.

Tema tersebut diperkenalkan dalam konferensi pers di Main Atrium Grand Indonesia pada Rabu, 20 Mei 2026. Dalam kesempatan itu diumumkan bahwa Raisa akan memerankan tokoh Srikandi, sementara Yura Yunita kembali dipercaya memerankan Mahadewi.

Pagelaran Sabang Merauke menjadi salah satu pertunjukan budaya berskala besar di Indonesia dengan melibatkan lebih dari 1.700 pelaku seni dan produksi dari berbagai daerah.

Baca Juga: Pagelaran Sabang Merauke 2026, Yura Yunita Bangga Lagunya Jadi Ekspresi Kolektif Ratusan Penari

Tahun ini, pertunjukan akan mengangkat tema keberanian, kelembutan, dan perjuangan perempuan Nusantara yang diwariskan melalui cerita rakyat dari berbagai daerah.

Raisa mengaku antusias terlibat dalam pagelaran tersebut. Menurutnya, tema Hikayat Srikandi Nusantara memiliki makna tersendiri.

“Aku diajak dengan tema yang menurutku sangat spesial, Hikayat Srikandi Nusantara,” ujar Raisa dalam konferensi pers pada Rabu (20/05/2026). 

Baca Juga: Grand Final The Audition 2026 Lahirkan 27 Penari Terpilih, Siap Tampil di Pagelaran Sabang Merauke

Pelantun sejumlah lagu populer itu mengatakan dirinya telah lama ingin menjadi bagian dari Pagelaran Sabang Merauke. Ia juga mengaku perlu banyak belajar karena ini menjadi pengalaman pertamanya terlibat dalam pertunjukan budaya kolosal.

“Aku benar-benar datang dengan sangat rendah hati, kayak please semua ajarin aku supaya aku bisa ngasih yang terbaik,” katanya.

Sementara itu, Yura Yunita kembali memerankan Mahadewi setelah tampil pada pertunjukan tahun sebelumnya. Ia menyebut Pagelaran Sabang Merauke memiliki pengalaman artistik yang berbeda dibanding panggung lainnya.

“Magisnya itu nggak bisa ditemui di tempat lain, cuma di Pagelaran Sabang Merauke,” ujar Yura.

Menurut Yura, karakter Mahadewi merepresentasikan sosok perempuan yang kuat, tetapi tetap memiliki kelembutan dan kasih sayang.

Baca Juga: Wamen Ekraf Dorong Pagelaran Sabang Merauke Tembus Panggung Internasional

“Mahadewi tuh bisa betul-betul merepresentasikan perempuan yang kuat, yang penuh kelembutan, tapi juga penuh keberanian,” katanya.

Dari sisi produksi, pagelaran tahun ini melibatkan 387 penari budaya, 50 musisi tradisional, 119 anggota paduan suara gabungan, serta 60 anggota Jakarta Concert Orchestra yang dipimpin seorang konduktor.

Penyelenggara juga menyiapkan lebih dari 1.500 kostum untuk pertunjukan. Para penari dijadwalkan menjalani karantina dan latihan intensif selama tiga bulan di Yogyakarta.

Pagelaran Sabang Merauke pertama kali digelar pada 2022 di tengah pandemi COVID-19. Awalnya diselenggarakan secara sederhana di lingkungan sekolah, pertunjukan ini kemudian berkembang menjadi salah satu agenda seni budaya tahunan di Indonesia.

Setiap tahun, Pagelaran Sabang Merauke mengangkat tema yang berkaitan dengan nasionalisme dan kekayaan budaya Nusantara. Pada 2026, fokus pertunjukan diarahkan pada kisah perempuan Indonesia yang dinilai memiliki peran penting dalam sejarah dan budaya bangsa.

Melalui perpaduan musik modern, tari tradisional, teater, multimedia visual, dan tata panggung, pagelaran ini diharapkan dapat memperkenalkan budaya Indonesia kepada generasi muda dengan pendekatan yang lebih dekat dan relevan.